JOGJA – Even Indonesia Marketeers Festival (IMF) kembali digelar untuk kedua kalinya di Jogjakarta. Setelah tahun lalu mengusung tema On Becoming Local Champion, pada even kali ini mengangkat tema On Becoming WOW Salespeople. Tidak hanya sekadar seminar, dalam IMF 2014 juga menampilkan peragaan batik. Perhelatan akbar yang digawangi oleh Markplus ini digelar 23 dan 24 April di Royal Ambarrukmo Jogja.
Jogja adalah salah satu kota dari 17 lokasi pagelaran tahunan ini. Menurut Founder dan CEO MarkPlus Hermawan Kartajaya, IMF merupakan kelanjutan dari salah satu ajang marketing terbesar di Asia, MarkPlus Conference yang diadakan setiap tahun di Jakarta. “Tidak boleh sekadar oke atau aha, harus wow,” tegas Hermawan kemarin (24/4).
Hermawan mengatakan konsumen saat ini sudah berubah, terutama dengan kehadiran internet. Saat ini, lanjutnya, melayani konsumen harus wow. Kalau hanya sekadar oke, itulah service 1.0. Berikutnya baru aha, service 2.0. “Nah, yang paling bagus adalah wow, service 3.0. Kalau sebuah industri rata-rata servisnya oke, maka yang menawarkan servis wow pasti menang,” lanjutnya.
Hermawan menambahkan media internet saat ini penting karena disitulah konsumen saling berinteraksi. Konsumen bisa saling membagi apa yang mereka lakukan termasuk brand.Menurut dia, konsumen ingin dianggap sebagai teman. “Bukan sebagai raja yang harus dilayani, tapi sebagai teman,” ungkapnya.
Hermawan juga mengatakan dalam branding baru Jogja, Spirit of Indonesia dengan Sabdatama dan Jogja Renaissance juga terdapat hal yang berhubungan dengan wow sales. Hermawan mencontohkan seperti aspek ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, teknologi yang bisa diakses semua orang dan pendidikan yang berkarakter. Hal itu, terang dia, sudah dibuktikan Jogja dengan kreativitasnya. “Jogja yang akan datang punya peradaban yang tinggi,” ujarnya.
Terpisah Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan istilah wow merupakan ekspresi kekagetan yang bersifat positif untuk menunjukkan kekaguman. Kata wow menurutnya juga bisa diartikan sebagai sesuatu yang out of the box, bukan business as usual tapi yang luar biasa. “Artinya untuk menjadi wow harus memiliki kiat penjualan yang unik dan kompetitif, mampu mengaplikasikan teori marketing dengan kejutan spesial,” paparnya.
Sales dan marketing yang wow, jelas Sultan, juga harus memahami tiga roda dalam pemasaran, yaitu harga, produk dan emosi. Konsumen, terang dia, dapat saja diikat dengan produk yang terus diperbaharui atau tawaran harga murah, tetapi dengan mengeksplorasi hubungan emosional jadi jangka panjang.
“Bukan hanya karena fungsional tetapi juga karena hubungan emosional,” ujar Sultan. (pra/ila)

Kombis