Gelaran pelantikan ini mengusung tema Tantangan Penerapan Etika dalam Menjaga Mutu Rumah Sakit. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Provinsi DIJ, kabupaten dan kota di DIJ, BPJS Kesehatan, Pengurus Persi dan Makersi Pusat, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Kepengurusan Persi yang telah dilantik, sesuai Pakta Integritas yang telah dibacakan diharapkan mampu mewujudkan apa yang telah dicanangkan. Dalam suasana apapun negeri ini, Persi akan selalu memberikan sumbangsih," jelas Ketua Persi DIJ periode 2022-2025 Darwito saat ditemui di Hotel Grand Inna Malioboro, Rabu (30/3).
Ketua Umum Persi Pusat Bambang Wibowo berharap Persi mampu menjalin kerjasama dengan rumah sakit besar maupun kecil. Melalui kerjasama yang baik diharapkan dapat saling bantu-membantu antar rumah sakit.
"Sebagai contoh, Rumah Sakit yang membangun korporasi melakukan pengadaan secara bersama maka hasilnya luar biasa karena akan memiliki kekuatan tawar terkait harga dan mutu yang lebih baik lagi," katanya.
Bambang menambahkan, Persi saat ini memiliki sumber daya yang luar biasa. Baik dari segi SDM maupun fasilitas. Persi sebagai mitra pemerintah perlu melakukan sinergi dan terlibat di dalam program pemerintah yang strategis.
"Misalnya pada kasus TBC, kematian bayi dan ibu, stunting. Persi diharapkan dapat berkontribusi secara nyata, sehingga lebih banyak manfaat yang dirasakan oleh anggotanya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajoen Setyaningastutie mendorong agar Persi dapat terus berinovasi. Sehingga dapat lebih cekatan dalam menghadapai permalasahan yang ada. Khususnya terkait kesiapan dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Memasuki tahun ke-2 pandemi Covid-19 juga wajib menjadi perhatian Persi. Berupa peran dan upaya maksimal dalam menekan angka kasus Covid-19. Tak hanya terkait soal Covid-19, tapi juga berkomitmen akan mendukung program nasional lainnya.
"Program nasional lainnya harus kita dukung antara lain kasus kematian maternal dan balita gizi buruk," katanya.
Terkait Program Health Tourism, pihaknya bersama Dinas Pariwisata DIJ telah memiliki blue print health tourism. Sebanyak 81 Rumah Sakit di DIJ bukan pesaing, melainkan jejaring.
"Diharapkan, ke depan Persi dapat melakukan pembinaan bagi seluruh anggotanya sehingga sinergi ke depan menjadi lebih baik," ujarnya. (sce/isa/Dwi) Editor : Editor News