Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher RSA UGM Mahatma Sotya Bawono mengatakan greges merupakan gejala yang biasanya muncul saat seseorang terserang flu. Namun dalam situasi pandemi Omicron saat ini sulit membedakan apakah seseorang terkena flu atau terinfeksi Omicron.
"Sulit dibedakan karena infeksi Omicron memilki gejala seperti flu biasa," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/3).
Mahatma menyampaikan pada flu biasa memiliki gejala demam, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan. Kondisi tersebut serupa dengan gejala khas pada Omicron yakni demam, batul, pilek dan nyeri tenggorokan.
Hanya saja tetap ada pembeda antara dua gejala tersebut. Berupa gejala pada nyeri tenggorokan saat terpapar sakit.
"Salah satu bedanya yang dominan adalah nyeri tenggorokan yang lebih berat dibandingkan dengan flu," bebernya.
Apabila tubuh merasakan gejala greges, Mahatma menimbau masyarakat untuk beristirahat. Juga membatasi interaksi dan melakukan isolasi mandiri. Jika gejala tidak mereda dalam kurun waktu 24 jam disarankan melakukan tes swab.
Pengecekan kesehatan metode tes swab tergolong ampuh. Terutama dalam membedakan antara gejala flu biasa atau varian Omicron. Ini karena adanya sampel khusus dalam Omicron yang tidak ada dalam flu biasa.
“Melalui swab test juga diharapkan bisa menekan penularan Omicron. Selain itu juga melindungi orang-orang yang berisiko mengalami gejala berat seperti lansia, orang yang belum divaksin dan orang dengan komorbid,” ujaranya. (dwi) Editor : Editor News