Banyak orang kini makin sadar bahwa konsumsi gula ekstra, seperti gula pada minuman manis dan makanan olahan, bukan hanya soal kalori berlebih, tetapi juga berdampak pada kesehatan kulit.
Tidak sedikit yang mulai mencoba tren cut-off gula yakni membatasi atau bahkan menghapuskan asupan gula tambahan dari pola makan sehari-hari dan mereka mengklaim perubahan signifikan pada kulit wajahnya, seperti tampak lebih cerah, jerawat menipis, dan kulit terasa lebih segar.
Menurut dr Nathania Sheryl Sutisna, SpGK dari RS Abdi Waluyo, pendekatan seperti ini memang bisa berdampak positif pada kulit dan kesehatan secara umum.
Gula berlebih dalam tubuh disebut dapat memicu pembentukan Advanced Glycation End Products (AGEs), yakni molekul yang bisa mengurangi elastisitas kulit dan mempercepat tanda-tanda penuaan seperti garis halus atau kusam. Dengan mengurangi gula, tubuh punya kesempatan untuk memperlambat proses itu.
Dokter Nathania menjelaskan bahwa ketika konsumsi gula turun dan asupan sayur serta buah yang kaya antioksidan meningkat, nutrisi yang masuk membantu menangkal radikal bebas sekaligus mendukung regenerasi kulit.
Antioksidan penting untuk membantu sel kulit tetap sehat dan membantu membuat warna kulit tampak lebih bercahaya.
Ia juga mengatakan bahwa tren cut-off gula tidak mudah diikuti semua orang karena gula bersifat adiktif bagi sebagian orang.
Meski begitu, perubahan pola makan ini membawa keuntungan pada berbagai sisi metabolisme tubuh bukan hanya kulit.
Agar tubuh bisa menyesuaikan diri, dr Nathania memberikan tips praktis: batasi konsumsi gula manis maksimal satu kali sehari atau gunakan gula pengganti yang lebih sehat.
Efek menurunkan asupan gula bukan hanya soal kulit kelihatan lebih cerah, tetapi juga berkaitan dengan stabilitas energi, kesehatan tubuh secara menyeluruh, serta proses penuaan yang lebih terkendali.
Writer Naela Alfi Syahra