Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebanyak 60 Ribu Warga Gunungkidul Masuk Sasaran PKG, Mayoritas Usia Produktif

Yusuf Bastiar • Senin, 22 Desember 2025 | 01:47 WIB
PROGRAM BARU: Pelaksanaan PKG di Puskesmas Ponjong 1, Gunungkidul, Senin (10/2) lalu.
PROGRAM BARU: Pelaksanaan PKG di Puskesmas Ponjong 1, Gunungkidul, Senin (10/2) lalu.

 

GUNUNGKIDUL - Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di seluruh Puskesmas Kabupaten Gunungkidul menyasar kelompok usia dalam jumlah besar, terutama pada rentang usia dewasa hingga lanjut usia. Berdasarkan perhitungan sasaran, kelompok usia 15 tahun ke atas mendominasi target pemeriksaan, seiring meningkatnya risiko penyakit tidak menular.

 

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono menyampaikan, berdasar data perhitungan jumlah sasaran usia pra sekolah dan sekolah dasar relatif lebih kecil dibanding kelompok usia produktif dan lansia.

Ia menyebut, anak usia 0-12 bulan tercatat sekitar 10 ribu jiwa, sementara balita dan anak usia 1-5 tahun sekitar 15 ribu jiwa. Adapun anak usia pra sekolah dan sekolah dasar di rentang usia 5-7 tahun dan 7–14 tahun berkisar di angka 13 ribu hingga 11 ribu jiwa.

 Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Jawa Tengah Siap Sambut Nataru

“Namun lonjakan signifikan terlihat pada kelompok usia dewasa,” ujar Ismono pada Minggu, (21/12/2025).

 

Selain itu, penduduk usia 15-59 tahun di Gunungkidul tercatat mencapai lebih dari 43 ribu jiwa. Sementara kelompok usia lanjut 60-80 tahun tercatat sekitar 16 ribu jiwa, dan usia lanjut di atas 80 tahun hampir menyentuh angka 7 ribu jiwa. Total sasaran PKG di Kabupaten Gunungkidul mencapai sekitar 60 ribu jiwa.

Ismono mengatakan dominasi kelompok usia dewasa dan lansia ini menjadi tantangan tersendiri bagi layanan kesehatan primer. Kelompok usia tersebut, kata dia, merupakan kelompok paling rentan terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke.

 

“Kalau dilihat dari komposisi sasaran, lebih dari separuh adalah usia dewasa dan lansia. Ini sekaligus menjelaskan mengapa fokus PKG diarahkan pada skrining tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan faktor risiko lain,” ujarnya.

 Baca Juga: Ketua DPRD DIY Beri Pesan Kepada Jukir dan Pelaku Wisata saat Libur Nataru: Cari Rezeki Yang Wajar!

Dari sisi beban layanan, perhitungan rata-rata menunjukkan setiap Puskesmas harus melayani puluhan hingga ratusan pasien PKG per hari. Pada beberapa Puskesmas dengan wilayah padat penduduk, jumlah sasaran harian bahkan mendekati seratus orang.

Kondisi ini menuntut kesiapan sumber daya manusia, ruang layanan, serta alat kesehatan yang memadai agar tidak mengganggu pelayanan reguler.

 

Sekretaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta menegaskan, data perhitungan kelompok umur ini menjadi dasar penting dalam perencanaan kebijakan kesehatan daerah.

Mulai dari pengaturan jadwal layanan, penempatan tenaga kesehatan, hingga pengadaan alat dan bahan medis habis pakai. Dengan jumlah sasaran dewasa dan lansia yang besar, Pemkab Gunungkidul menaruh harapan besar pada PKG sebagai pintu masuk deteksi dini.

Melalui pemeriksaan rutin di Puskesmas, risiko penyakit kronis diharapkan dapat dikendalikan lebih awal, sejalan dengan penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

 

“PKG ini berbasis data. Kalau kita tahu kelompok umur mana yang paling besar, maka intervensinya juga harus tepat. Ini bagian dari upaya menekan beban penyakit di masa depan,” imbuhnya. (bas

Editor : Heru Pratomo
#lansia #PKG #dewasa #dinkes #deteksi dini #Gunungkidul #Pemeriksaan kesehatan Gratis #puskesmas #Sri Suhartanta #PTM