RADAR JOGJA – Tanaman herbal Sambiloto (Andrographis paniculata), yang dikenal dengan sebutan “King of Bitters” atau si raja pahit, sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia termasuk Indonesia. Meski rasanya terkenal sangat pahit, sambiloto menyimpan beragam khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Berikut 7 manfaat utama sambiloto yang telah diteliti dan digunakan secara turun-temurun.
1. Meredakan flu dan demam
Kandungan zat aktif andrografolida memiliki sifat antivirus dan antiradang, sehingga efektif membantu meringankan gejala flu, batuk, dan demam.
2. Mengurangi peradangan (inflamasi)
Sifat antiradang pada sambiloto dapat membantu mengatasi pembengkakan atau nyeri akibat peradangan.
3. Menurunkan tekanan darah
Konsumsi sambiloto diketahui berpotensi menurunkan tekanan darah tinggi, sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung.
4. Mengontrol kadar gula darah
Beberapa penelitian menunjukkan sambiloto dapat membantu menurunkan kadar gula darah, sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes.
5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Kandungan antioksidan pada sambiloto membantu tubuh melawan radikal bebas dan memperkuat daya tahan.
6. Mengatasi infeksi bakteri dan virus
Sifat antibakteri dan antivirus membuat sambiloto sering digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi infeksi ringan.
7. Mendukung kesehatan pencernaan
Sambiloto juga dipercaya membantu meredakan gangguan pencernaan ringan, seperti diare atau sakit perut.
Meski demikian banyak manfaat, sambiloto tetap perlu dikonsumsi dengan hati-hati. Efek samping seperti gangguan pencernaan atau reaksi alergi bisa muncul pada sebagian orang. Konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi samniloto secara rutin, terutama bagi penderita penyakit kronis atau yang sedang menjalani pengobatan tertentu.
Tanaman ini mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa. Biasanya dikonsumsi dalam bentuk ramuan jamu, teh herbal, atau suplemen yang tersedia di pasaran.
Dengan khasiatnya yang beragam, sambiloto menjadi salah satu tanaman herbal yang patut dilestarikan dan dimanfaatkan secara bijak.
(Hanifah Okta)
Editor : Iwa Ikhwanudin