Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Pengganti BPJS, Kartu Sehat NU Terobosan RSU Syubbanul Wathon Tegalrejo untuk Warga Magelang

Naila Nihayah • Rabu, 24 September 2025 | 02:29 WIB

CEO bersama Direktur RSUD Syubbanul Wathon saat menyerahkan  Kartu Sehat NU,   Bertahap di Enam Kecamatan, Ada Sejumlah Fasilitas
CEO bersama Direktur RSUD Syubbanul Wathon saat menyerahkan Kartu Sehat NU,  Bertahap di Enam Kecamatan, Ada Sejumlah Fasilitas


MUNGKID – Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon (SW) Tegalrejo meluncurkan program Kartu Sehat Keluarga Besar NU, sebuah inovasi layanan kesehatan khusus bagi warga Nahdlatul Ulama (NU). Program ini digagas sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi NU sejak awal berdirinya rumah sakit tersebut.

Ketua Yayasan Syubbanul Wathon KH Muhammad Yusuf Chudlori menuturkan, RSU Syubbanul Wathon sejak awal lahir berkat kerja sama tiga pihak. Antara PBNU, Yayasan Syubbanul Wathon, dan Siloam Hospital. Dalam perkembangannya, fasilitas rumah sakit terus berkembang, bahkan kini telah memiliki klinik eksekutif.

Baca Juga: Bupati Sleman Harda Kiswaya Kembali Rotasi 83 Pejabat, Termasuk yang Belum Lama Dilantik

Namun, menurutnya, ada yang belum lengkap. Dia merasa berutang kepada NU. Fasilitas rumah sakitnya sudah lengkap, tetapi belum ada pelayanan khusus untuk keluarga besar NU, yang notabene adalah pemilik rumah sakit ini. Karena itu, hadir Kartu Sehat Keluarga Besar NU.

Gus Yusuf menekankan, kartu ini bukan pengganti BPJS Kesehatan, melainkan pelengkap. Namun, masih ada warga yang bingung karena mempertanyakan fungsi Kartu Sehat Keluarga Besar NU. Bahkan ada yang salah paham apakah harus bayar lagi.

"Sekali lagi, ini untuk melengkapi fasilitas yang sudah diterima dari BPJS, karena RSU ini adalah milik keluarga besar NU," jelasnya di sela peluncuran, Selasa (23/9).

Baca Juga: Buron 14 Tahun, Pelaku KDRT terhadap Istri Dibekuk Kejati DIY saat Berkunjung ke Rumah Ibunya

Pada tahap pertama, Kartu Sehat Keluarga Besar NU berlaku untuk warga di enam kecamatan sekitar rumah sakit. Yakni Tegalrejo, Pakis, Candimulyo, Secang, Grabag, dan Ngablak. Satu kartu berlaku untuk satu kartu keluarga (KK). Pendaftarannya dilakukan melalui majelis wakil cabang (MWC) NU setempat dengan melampirkan KK dan KTP.

"Kami tidak ingin gegabah. Bertahap dulu di enam kecamatan, nanti baru menyeluruh ke semua kecamatan," kata Gus Yusuf.

Direktur RSU Syubbanul Wathon M Iqbal Gentur Bismono menjelaskan, pemegang kartu akan memperoleh berbagai keuntungan tambahan. Di antaranya, layanan ambulans jemput gratis, naik kelas rawat inap tanpa biaya tambahan (selama tersedia), dan diskon 10 persen untuk pasien non-BPJS.

Baca Juga: PSIM Jogja Tampil Impresif hingga Pekan Keenam, Kesalahan Individual Pemain Masih Jadi Sorotan Pelatih Jean Paul van Gastel

Lalu, pendaftaran dan antrean khusus, akses layanan rawat jalan eksekutif (poli kandungan, anak, mata, THT, ortopedi, gigi, penyakit dalam, dan MCU), serta akses grup WhatsApp untuk mempermudah komunikasi.

"Program ini adalah bentuk komitmen kami agar rumah sakit tidak hanya modern dan terbuka untuk semua pasien, tetapi juga tetap mengingat asal-usulnya sebagai bagian dari NU," jelas Gentur.

Meski berbasis komunitas, dia berharap, program ini diharapkan dapat mendorong akses kesehatan yang lebih luas, baik bagi peserta BPJS maupun non-BPJS. Selain itu, program ini juga mencerminkan kebutuhan model layanan kesehatan yang lebih inklusif, berjenjang, dan mengutamakan kepentingan warga.

Baca Juga: Viral Bangunan Mungil di Boyolali Telan Anggaran Rp 112 Juta, Netizen: “Sumurnya Digali Sampai Kerak Bumi”

"Kami ingin mereka mendapat pelayanan terbaik dan merasa memiliki RSU Syubbanul Wathon," tambah Gentur.

Dengan skema bertahap, dia berharap, Kartu Sehat Keluarga Besar NU kelak bisa menjangkau seluruh kecamatan di Magelang dan sekitarnya. Sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat layanan kesehatan modern dengan sentuhan kekeluargaan NU. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#sehat #kartu #PBNU #wonosobo #RSU Syubbanul Wathon #NU #Siloam Hospital #BPJS #rumah sakit #gus yusuf #kecamatan #KH Muhammad Yusuf Chudlori