RADAR JOGJA - Kurang tidur bukan sekadar membuat seseorang mengantuk keesokan harinya.
Penelitian terbaru dari berbagai lembaga kesehatan menunjukkan bahwa tidur kurang dari 6 jam per malam secara konsisten dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes tipe 2, bahkan kematian dini dengan risiko yang sebanding dengan perokok aktif.
Menurut data dari World Health Organization (WHO), sekitar 1 dari 3 orang dewasa di dunia mengalami gangguan tidur kronis, dengan rata-rata tidur hanya 5–6 jam per malam.
Padahal, National Sleep Foundation merekomendasikan 7–9 jam tidur untuk orang dewasa agar tubuh dapat menjalankan proses regenerasi sel dan pengaturan metabolisme secara optimal.
Sebuah studi longitudinal yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep pada 2023 melibatkan lebih dari 10.000 partisipan selama 10 tahun.
Hasilnya, individu yang tidur kurang dari 6 jam memiliki risiko 33% lebih tinggi terkena serangan jantung dibandingkan mereka yang tidur cukup.
Selain itu, kadar hormon kortisol (hormon stres) yang meningkat akibat kurang tidur juga dikaitkan dengan naiknya tekanan darah dan resistensi insulin.
“Kurang tidur bukan hanya persoalan produktivitas, tapi juga soal kesehatan jangka panjang,” ujar Dr Lestari Wibowo, dokter spesialis neurologi.
Lebih lanjut dikatakan, seseorang yang tidur 4–5 jam setiap malam selama bertahun-tahun tanpa merasa lelah tetap memiliki kerusakan internal yang tidak disadari, seperti peradangan kronis dan penurunan fungsi otak.
Lebih jauh, pola tidur yang buruk juga berdampak pada kesehatan mental.
Risiko depresi, gangguan kecemasan, hingga penurunan fungsi kognitif (seperti mudah lupa atau sulit berkonsentrasi) meningkat tajam pada kelompok dengan durasi tidur di bawah 6 jam.
Tips untuk Tidur Lebih Berkualitas:
1. Hindari kafein dan alkohol 4–6 jam sebelum tidur.
2. Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
3. Matikan layar gawai minimal 30 menit sebelum tidur.
4. Ciptakan lingkungan tidur yang tenang, sejuk, dan gelap.
Dengan menjaga kualitas dan kuantitas tidur, masyarakat bisa menurunkan risiko berbagai penyakit kronis tanpa harus mengandalkan obat-obatan.
Ingat, tidur adalah pilar kesehatan yang sama pentingnya dengan olahraga dan pola makan seimbang. (Tri Advent Sipangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva