Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duh! Ribuan Balita di Kota Jogja Alami Batuk dan Sesak Nafas, Berikut Jumlah Kasusnya

Iwan Nurwanto • Minggu, 22 September 2024 | 22:11 WIB
ilustrasi seorang anak yang mengalami sesak nafas.  (Canva, AI Image Generator)
ilustrasi seorang anak yang mengalami sesak nafas. (Canva, AI Image Generator)

JOGJA - Kasus infeksi saluran pernapasan (ISPA) yang berujung pada batuk dan sesak nafas harus menjadi perhatian masyarakat Kota Jogja. Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat ada ribuan kasus yang menyerang balita.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, sampai saat ini jumlah kasus balita penderita batuk dan sesak nafas mencapai 6.374 jiwa. Jumlah itu didapatkan dari catatan kunjungan pada puskesmas-puskesmas di Kota Jogja.

Endang menyebut, temuan kasus balita yang terserang batuk dan sesak nafas itu paling banyak ditemukan di wilayah Gedongtengen. Penyakit ISPA diketahui memang kerap menyerang balita karena masuk kategori rawan penularan.

“Penyakit ISPA dapat cepat menyerang bayi, balita, hingga ibu hamil,” ujar Endang, Minggu (22/9).

Dia pun meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Sebab di musim pancaroba seperti sekarang penyakit ISPA lebih mudah menyerang.

Hal tersebut dapat terjadi karena di musim pancaroba terjadi perubahan suhu dan kelembaban yang drastis. Sehingga dampaknya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat manusia lebih rentan terhadap infeksi.

Adapun ISPA biasanya dapat diawali dengan gejala seperti batuk, pilek, dan sesak napas, lalu demam dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, Endang menghimbau agar masyarakat menjaga kesehatan ditengah fluktuasi cuaca.

Upayanya dapat dilakukan dengan Gerakan masyarakat Hidup Sehat (Germas). Yakni berupa rutin berolahraga, makan-makanan bergizi, tidak merokok, melakukan cek kesehatan secara berkala.

Selain itu masyarakat juga perlu mencuci tangan secara teratur, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kerumunan saat muncul gejala ISPA, dan menggunakan masker. Kemudian ketika sudah mengalami gejala wajib segera mendatangi fasilitas kesehatan.

“Virus dan bakteri penyebab ISPA mudah menyebar pada cuaca yang tidak menentu,” terang Endang.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mantrijeron Eny Purdiyanti membeberkan, jumlah kasus anak penderita batuk dan sesak nafas di wilayahnya memang cukup banyak. Untuk tahun 2023 tercatat sebanyak 1.856 kunjungan.

Sementara untuk bulan Januari hingga bulan September tahun ini kasusnya mencapai 989 kasus. Adapun kategori anak tersebut meliputi usia 0 hingga 10 tahun.

Eny menegaskan, Puskesmas Mantrijeron terus mempersiapkan kapasitas dan ketersediaan obat untuk menangani lonjakan kasus ISPA. Meliputi tim medis maupun obat-obatan agar pasien mendapatkan perawatan yang tepat.

“Bagi pasien yang mengalami gejala infeksi seperti susah bernafas, batuk dan lainnya juga kami pisahkan dengan pasien lain. Untuk menghindari adanya penularan,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #sesak nafas #batuk #Ribuan #mengalami #balita