Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waduh, DIY Tertinggi Kasus Skizofrenia Tingkat Nasional Survei Kemenkes: Yuk Kenali Gejala, Penyebab Hingga Upaya Pencegahannya!!!

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 20 Juli 2024 | 17:29 WIB
Skizofrenia, Penyakit mental yang harus diperhatikan!
Skizofrenia, Penyakit mental yang harus diperhatikan!

RADAR JOGJA - Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota pendidikan dan budaya, Kini menghadapi tantangan serius dalam bidang kesehatan mental.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka kasus skizofrenia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tertinggi di tingkat nasional pada 2023.

DIY berada di urutan pertama dengan capaian angka 9,3. Kemudian dilanjutkan Jawa Tengah (6,5); Sulawesi Barat (5,9); Nusa Tenggara Timur (NTT) 5,5; DKI Jakarta (4,9),; Sumatera Barat (4,8); Kalimantan Selatan (4,8); dan disusul Aceh dan Jawa Timur masing-masing di angka 4,6 dan 2,4.

Angka tersebut merupakan hasil survei Kemenkes berdasarkan prevalensi rumah tangga yang memiliki anggota rumah tangga (ART) dengan gejala psikosis Skizofrenia.

Nah, secara nasional gejala skizofrenia pada ART ini mendapai 4 permil pada 2023.

Artinya, setiap 1.000 rumah tangga di Indonesia, ada 4 rumah tangga yang salah satu keluarganya mengalami gangguan jiwa.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak, mengingat Skizofrenia memiliki dampak yang besar terhadap penderitanya dan lingkungan sekitar.

Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang mempengaruhi cara pola berpikir, berperilaku, dan mengendalikan emosi penderitanya.

Gejalanya bisa berupa:

• Halusinasi: yaitu merasakan atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Contohnya, mendengar suara-suara yang berbicara.


• Delusi: yaitu keyakinan yang kuat dan tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya, percaya diikuti terus-menerus oleh orang lain.


• Cenderung menarik diri dari lingkungan sosial: penderita mungkin jadi malas beraktivitas atau berkomunikasi dengan orang lain


• Cara berpikir dan berbicara yang kacau: pembicaraan bisa melompat-lompat ke tema lain yang tidak berhubungan, atau sulit dimengerti.

Dampak dari skizofrenia sangat signifikan, baik bagi penderitanya maupun keluarganya.

Penderita skizofrenia sering kali mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, menjaga hubungan sosial, dan bekerja.

Perlu dicatat, bahwa penderita skizofrenia 2-3 Kali lebih tinggi memiliki resiko kematian dalam usia muda.

Pasalnya, Skizofrenia biasanya disertai penyakit lain seperti penyakit jantung, diabetes, dan infeksi.

Selain itu, penderita Skizofrenia juga lebih mungkin untuk melakukan upaya bunuh diri.

Penyebab dan Faktor

Skizofrenia merupakan penyakit mental jangka panjang yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

Skizofrenia belum diketahui pasti apa penyebabnya, Namun, sering di duga bahwa ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka skizofrenia di Yogyakarta :


1. Stres dan Tekanan Sosial: Sebagai kota pelajar, Yogyakarta menghadapi tekanan akademis yang tinggi, yang dapat memicu stres dan gangguan mental pada individu yang rentan.


2. Faktor Genetik: Skizofrenia cenderung terjadi karena faktor keturunan dalam riwayat keluarga, Jika Orang Tua memiliki gangguan ini, Resiko anak memiliki gangguan ini meningkat.

Baca Juga: Kolam Renang Tirtasari: Destinasi Rekreasi Keluarga di Yogyakarta, Nikmati Fasilitas Terbarunya


3. Pengaruh Lingkungan: Pengaruh Lingkungan menjadi salah satu penyebab peningkatan kasus Skizofrenia.


4. Kurangnya Kesadaran Mengenai Kesehatan Mental: Meskipun Yogyakarta memiliki sejumlah fasilitas kesehatan, Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang menyadari pentingnya kesehatan mental dan tidak mendapatkan akses perawatan yang memadai.

Upaya Mencegah Terjadinya Skizofrenia

Berbagai metode dilakukan untuk menangani Skizofrenia.

Salah satu cara penanganan kasus skizofrenia di Indonesia yang masih dilakukan adalah Pemasungan.

Namun, Ternyata Pemasungan bukanlah langkah yang tepat untuk menangani Skizofrenia.


Penanganan Skizofrenia yang tepat adalah dengan cara melakukan pengobatan medis dan psikoterapi, Ini bertujuan agar dapat mengendalikan emosi, dan meningkatkan kualitas hidup.

Pemerintah Daerah Yogyakarta bersama dengan lembaga kesehatan dan organisasi masyarakat juga terus berupaya untuk mengatasi masalah ini melalui berbagai program

Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadi nya Skizofrenia :

1. Meningkatkan Kesadaran: Kampanye edukasi tentang kesehatan mental dan skizofrenia dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental dan mengurangi pandangan buruk terhadap penderita skizofrenia.

2. Meningkatkan Akses terhadap Layanan Kesehatan Mental: Memperluas akses layanan kesehatan mental, termasuk pusat konseling dan terapi, serta menyediakan obat-obatan antipsikotik bagi yang membutuhkan.

3. Memberi Dukungan: Membangun jaringan dukungan komunitas bagi penderita skizofrenia dan keluarga mereka, sehingga mereka mendapatkan dukungan emosional dan praktis yang diperlukan.

4. Penelitian dan Pengambangan: Melakukan penelitian untuk memahami faktor penyebab skizofrenia lebih mendalam.

Hal ini penting untuk mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif, Serta melatih tenaga kesehatan dalam menangani kasus skizofrenia.

Skizofrenia merupakan penyakit mental jangka panjang yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

Penyebab pasti skizofrenia belum diketahui, namun diduga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

Jika Anda atau orang sekitar merasa mengalami gejala skizofrenia, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Siska Andaniar Nadia Rahma)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#penyebab #tertinggi #upaya pencegahan #gejala #Kenali #kemenkes #mental #nasional #survei #penyakit #DIY #Daerah Istimewa Yogyakarta #gangguan mental berat #kasus #skizofrenia