RADAR JOGJA – Berbagai mitos sering bermunculan dan mengaitkan dengan tipe golongan darah tertentu, termasuk golongan darah O.
Golongan darah ini menjadi salah satu jenis golongan darah yang paling umum ditemukan.
Banyak orang yang beranggapan bahwa orang dengan golongan darah O tidak mudah sakit.
Namun, apakah pandangan itu benar, atau termasuk dalam mitos saja. Berikut uraiannya.
Salah satu pendapat yang banyak tersebar yaitu bahwa pemilik golongan darah O lebih jarang sakit daripada pemilik golongan darah lain.
Namun, hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang pasti untuk membantah pendapat ini.
Pada dasarnya, apapun golongan darahnya, kekebalan tubuh setipa orang akan dipengaruhi oleh banyak hal.
Memiliki golongan darah tertentu tidak akan menjamin seseorang memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat dibanding orang lain.
Mudah sakit atau tidaknya seseorang tergantung pada gaya hidup, genetik, dan faktor lainnya.
Jadi meskipun memiliki golongan darah O, jangan mudah percaya bahwa kekebalan tubuh golongan darah O lebih kuat. Tetap jaga pola hidup yang sehat.
Selain mitos pemilik golongan darah O jarang sakit, ada juga mitos yang tersebar di masyarakat. Yaitu, golongan darah O lebih disukai nyamuk.
Dalam Journal of Medical Entomology pada tahun 2004, para peneliti menyatakan bahwa nyamuk lebih sering hinggap dan menggigit orang dengan golongan darah O, jika dibandingkan dengan golongan darah lain.
Namun, hingga kini belum ada penjelasan ilmiah lebih lanjut mengenai hal itu, masih dibutuhkan banyak penelitian untuk dapat menjawab hal ini.
Selanjutnya, beberapa orang beranggapan golongan darah O rentan mengidap masalah kesuburan.
Anggapan ini masih jadi perdebatan hingga saat ini.
Penelitian yang dilakukan oleh Yale University dan Albert Einstein College of Medicine, mencoba membuktikannya dengan melibatkan sekitar 560 wanita dengan usia rata-rata 35 tahun.
Peneliti mengambil sampel darah untuk diukur kadar FSH, salah satu hormone reporduksi wanita.
Diketahui bahwa wanita dengan golongan darah O dan B memiliki kadar FSH dua kali lebih besar daripada wanita dengan golongan darah A atau B.
Artinya, mereka berisiko dua kali lebih besar mengalami penurunan cadangan ovarium daripada golongan darah lainnya.
Perlu diketahui, bahwa semakin sedikit cadangan ovariumnya, jumlah kualitas sel telur yang diproduksi akan semakin buruk.
Namun, hasil penelitian ini masih jadi perdebatan karena kesuburan seseorang juga ditentukan oleh banyak faktor.
Seperti, gaya hidup, usia, pola makan, riwayat kesehatan, dan obat-obat yang dikonsumsi. (Zulfa/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva