RADAR JOGJA – Teh merupakan salah satu minuman yang disukai banyak orang.
Teh memiliki banyak jenis, namun yang paling populer adalah teh hijau dan teh hitam.
Minuman teh berasal dari daun tanaman Camellia Sinensis. Daun tersebut dipetik oleh petani dan diolah menjadi serbuk teh.
Teh memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Di zaman dahulu teh berguna untuk pengobatan dan penyembuhan tradisional selama berabad-abad.
Penelitian modern menunjukkan bahwa senyawa tanaman dalam teh mungkin berperan dalam mengurangi risiko kondisi kronis, seperti obesitas, penyakit kanker, diabetes, dan penyakit jantung.
Namun, jika terlalu banyak mengonsumsi teh juga memiliki efek samping terhadap tubuh. Berikut ulasannya :
Meningkatkan kecemasan, stress, dan kegelisahan
Selain antioksidan, teh juga mengandung sejumlah stimulan yang membuat tubuh tetap terjaga.
Gangguan ritme sirkadian alami adalah penyebab utama meningkatnya jumlah penyakit psikologis.
Saat anda lelah dan ingin istirahat, paksakan tubuh anda untuk berolahraga, lambat laun otot akan lelah dan tegang.
Dari sinyal stres ke otak, lama kelamaan anda akan sering terlihat cemas dan rentan stres serta tertekan.
Rata-rata, secangkir teh mengandung 11-61 mg kafein yang membuat mental anda waspada.
Semakin lama waktu perendaman maka jumlahnya akan semakin tinggi.
Anda bisa merujuk pada dosis kafein dalam teh sehingga setiap harinya dibatasi kurang dari 200 mg tidak akan mempengaruhi kesehatan.
Kualitas tidur terganggu
Minum teh hijau membuat kurang tidur karena kafein dalam teh cukup tinggi, apalagi jika diseduh dalam waktu lama.
Melatonin merupakan hormon pemberi sinyal kantuk sehingga otak mengontrol perilaku tubuh.
Namun kehadiran kafein akan menghambat produksi hormon melatonin sehingga menyebabkan kualitas tidur menjadi buruk.
Bila kurang tidur dalam waktu lama, kesehatan akan menurun, organ tubuh tidak mengeluarkan racun akan menyebabkan rasa lelah, nyeri, gangguan daya ingat.
Kurang tidur kronis juga menyebabkan kelebihan lemak meningkat dan gangguan metabolisme glukosa darah.
Sakit maag
Kafein daam teh dapat menyebabkan mulas atau memperburuk gejala refluks asam yang sudah ada sebelumnya.
Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mengendurkan sfingter yang memisahkan kerongkongan dari lambung, sehingga isi lambung yang asam lebih mudah mengalir ke kerongkongan.
Kafein juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan produksi asam lambung.
Tentu saja, minum teh belum tentu menyebabkan sakit maag.
Orang-orang merespons dengan sangat berbeda terhadap paparan makanan yang sama.
Mengurangi penyerapan zat besi
Teh dapat menyerap lebih banyak tanin, dimana tanin dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu, sehingga tidak terserap oleh saluran pencernaan.
Penelitian menunjukkan bahwa tanin teh lebih mungkin menghambat penyerapan zat besi dari sumber nabati dibandingkan makanan hewani.
Jumlah pasti tanin dalam teh dapat sangat bervariasi tergantung pada jenis dan cara pembuatannya.
Oleh karena itu, membatasi asupan hingga 3 cangkir atau kurang (710 ml) per hari kemungkinan merupakan takaran yang aman bagi kebanyakan orang.
Teh memang minuman yang baik bagi kesehatan tubuh.
Namun, harus sesuai dengan anjuran atau jangan terlalu banyak.
Karena pada dasarnya mengonsumsi apapun diluar batas anjuran, akan memberikan efek samping yang buruk bagi kesehatan tubuh. (Zulfa/Radar Jogja)
Baca Juga: Kalian Pecinta Mie Instan? Begini 8 Bahaya Makan Mie Instan Berlebih Bagi Kesehatan Tubuh
Editor : Meitika Candra Lantiva