RADAR JOGJA - Rambut rontok bisa dialami oleh siapa saja, baik wanita maupun pria. Sangat wajar bila rambut akan rontok 50 hingga 100 helai perhari.
Namun, jika rambut mengalami kerontokan terlalu banyak dan terlalu sering dikhawatirkan terjadinya kebotakan dini.
Rambut rontok memang wajar terjadi tidak peduli dengan usia. Baik itu masih muda atau sudah menua.
Namun ada beberapa kondisi rambut rontok yang bisa menyebabkan kebotakan parah jika tidak ditangani degan tepat. Khususnya pada pria.
Beberapa faktor terjadi kerontokan bisa disebabkan dari beberapa hal.
Mulai dari faktor keturunan atau faktor produk rambut dan cara styling. Untuk lebih lengkapnya, simak berikut ini.
- Genetika
Dikutip dari Website MD, pola kebotakan pria bisa terjadi karena androgenetic alopecia yang didapatkan dari orang tua.
Kondisi ini umumnya terjadi karena hormon tertentu yang menyebabkan folikel rambut menyusut, sehingga menyebabkan kebotakan secara bertahap.
Mulanya akan dimulai dari penipisan garis rambut di atas pelipis dan ubun-ubun kepala. Pola kebotakan ini bisa dirasakan pria sejak usia remaja.
Rambut akan menjadi lebih tipis, tapi menjadi lebih lembut, halus, dan pendek itu merupakan tanda-tanda awal kebotakan.
- Pengobatan tertentu
Menurut American Hair Loss Association, rambut rontok adalah efek samping dari sejumlah obat yang dikonsumsi untuk mengatasi kesehatan umum.
Obat-obatan seperti pengencer darah, kontrasepsi oral, obat depresi, dan antiradang membuat penipisan rambut atau kebotakan.
Obat vitamin A yang disebut retinoid dapat menyebabkan rambut rontok.
Beberapa obat kemoterapi dapat digunakan untuk mengobati kanker tapi menyebabkan rambut rontok.
- Stres
Stres menyebabkan kerontokan rambut, namun kerontokan rambut akibat stres jarang bersifat permanen. Mungkin tidak menyebabkan kebotakan yang parah.
Bentuk kerontokan rambut yang bisa disebabkan oleh stres parah yang disebut telogen effluvium, yang mengganggu siklus pertumbuhan rambut sehingga menyebabkan rambut rontok.
- Kekurangan Nutrisi
Dikutip dari Everyday Health, kekurangan vitamin dan mineral tertentu menyebabkan rambut rontok dan berkurangnya pertumbuhan rambut.
Kekurangan vitamin dan nutrisi seperti protein, zinc, biotin, zat besi bisa menyebabkan rambut rontok.
Pola makan yang sehat dan seimbang bisa memastikan semua organ dan sistem tubuh berfungsi baik.
Kamu bisa mengonsumsi ikan berlemak, buah beri dan sayuran hijau untuk membantu meningkatkan pertumbuhan rambut, terutama pada pria.
Baca Juga: Ajang Pencarian Bibit Pemain Kota Jogja
- Ketidakseimbangan hormon
Kelebihan androgen atau hormon seks pada pria dan ketidakseimbangan hormon menyebabkan kerontokan rambut yang umum terjadi pada laki-laki.
Pola kebotakan pada pria dikaitkan dengan peningkatan androgen yang disebut dihidrotestosteron.
Kondisi ini bisa menghambat pertumbuhan rambut dan mengurangi umur rambut.
- Infeksi kulit kepala
Infeksi kulit kepala menyebabkan area bersisik dan meradang di kulit kepala. Namun, infeksi di kulit kepala sudah diobati, rambut bisa tumbuh kembali.
Pengobatan infeksi kulit kepala ini bisa menimbulkan kerontokan pada rambut.
Sebaiknya kamu konsultasikan ke dokter untuk meminimalkan kerontokan tapi tetap menghilangkan infeksi di kulit kepala.
- Infeksi Menular Seksual
Infeksi Menular Seksual (IMS) dapat menyebabkan kerontokan rambut. Jika tidak diobati akan mengalami kerontokan, bukan hanya rambut di area kepala tapi juga alis dan jenggot.
Pertumbuhan rambut akan pulih ketika penyakit Infeksi Menular Seksual diobati dan akan tumbuh secara bertahap.
- Penggunaan Produk Rambut Yang Tidak Cocok dan Sylling
Penggunaan produk rambut terlalu sering seperti shampoo, bleaching, pewarna rambut, alat pengering rambut, alat pelurus atau pengeriting rambut bisa menyebabkan rambut menjadi mudah rapuh dan kering. Hal inilah yang memicu adanya kerontokan rambut.
Nah itu tadi beberapa penyebab kerontokan rambut pada pria yang perlu diperhatikan.
Jika salah penanganan atau rambut dibiarkan begitu saja akan memicu terjadinya kerontokan yang lebih parah. (Tifara Annisa/Radar Jogja)
Editor : Bahana.