RADAR JOGJA – Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah silent treatment.
Belakangan ini banyak pengguna media sosial membahas tentang silent treatment. Namun, sebenarnya apa itu silent treatment?
Silent treatment adalah sikap seseorang ketika memilih untuk diam dan berbentuk perilaku pasif-agresif dalam suatu hubungan manusia yang seringkali dilakukan untuk mengungkapkan rasa ketidakpuasan atau bahkan kemarahan tanpa kata-kata.
Seseorang akan dengan sengaja mengabaikan atau menghindari berbicara dengan orang lain dan menolak untuk membicarakan permasalahan yang ada.
Alasan seseorang melakukan silent treatment salah satunya karena merasa kesulitan untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakan dalam kata-kata.
Namun, perlu diketahui bahwa tindakan ini dapat memberikan dampak yang kurang baik dalam suatu hubungan.
Apabila perlakuan tersebut terjadi secara berulang, rasa kepercayaan antara kedua pihak akan menjadi pudar.
Masalah yang menjadi penyebab seseorang memilih untuk silent treatment pun tidak akan selesai. Rasa cemas dan bingung pun akan terjadi pada orang yang menjadi target silent treatment.
Lalu, bagaimana cara untuk mengatasinya?
Bagi anda yang mendapatkan perlakuan silent treatment, cobalah untuk berbicara secara terbuka dan jujur tentang apa yang dirasakan serta sampaikan apa permasalahannya.
Selain itu, anda juga perlu untuk memahami perasaan dan perspektif phak yang memberikan silent treatment.
Dengarkan secara seksama apa yang mereka katakan.
Jika perlakuan masih terus berlanjut, penting bagi anda untuk menerapkan adanya batasan yang sehat dalam suatu hubungan bahwa perilaku ini tidak dapat diterima apabila terjadi terus menerus.
Dalam suatu hubungan, penting bagi kedua pihak untuk tetap menjaga kejujuran dan kerja sama.
Komunikasikan segala permasalahan yang sedang dirasakan dan diskusikan untuk mencari solusi yang terbaik. (Zahra Lailya/Radar Jogja)
Baca Juga: Peringkatan Dini BMKG Cuaca Kamis 19 Oktober 2023, 26 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem
Editor : Meitika Candra Lantiva