RADAR JOGJA - Di tengah perhatian yang besar terhadap isu-isu kesehatan masyarakat, kematian akibat penyakit jantung telah mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan di Indonesia.
Masalah ini menyoroti urgensi untuk lebih memahami penyebab dan faktor risiko yang mendasari peningkatan angka kematian ini.
Dilansir dari dataindonesia.id Sabtu (14/10/2023).
Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME),kasus kematian akibat penyakit jantung atau Kardiovaskular di Indonesia sebanyak 251,09 per 100.000 orang pada 2019. Jumlah itu meningkat 1,25% dibandingkan setahun sebelumnya yang sebanyak 247,99 kematian per 100.000 penduduk.
Melihat tren yang ada, kasus kematian akibat penyakit jantung di negara ini terus meningkat. Bahkan, kenaikannya mencapai 100 kematian per 100.000 penduduk jika dibandingkan pada 1990.
Sementara Berdasarkan provinsi,kematian akibat penyakit jantung paling tinggi di Yogyakarta pada 2019,yakni 418,93 per 100.000 penduduk. Disusul, ada Jawa Tengah dengan kasus kematian akibat penyakit jantung sebanyak 340,13 per 100.000 penduduk.
Jawa Timur sebesar 326,97 per 100.000 penduduk. Lalu Sulawesi Utara dan Sumatera Barat memiliki kasus kematian sebanyak 320,01 dan 267,7 per 100.000 penduduk.
Lebih lanjut,Penyakit jantung menjadi penyakit katastopik dengan biaya klaim terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, klaim yang harus dibayar dari 15,5 juta kasus penyakit jantung di Indonesia mencapai Rp12,14 triliun pada 2022.
Seperti baru-baru ini, Kepala Satuan Polisi Pamong Kota Yogyakarta Agus Winarto Meninggal dunia, diduga karena serangan jantung. Peristiwa ini terjadi Senin (9/10/23) pukul 10.56 WIB.
Menurut informasi dari keluarga,beliau sebelumnya sudah menjalani perawatan di salah satu klinik di Klaten sejak Minggu (8/10) malam,namun kondisinya semakin memburuk .
Hingga pada Senin (9/10) pukul 07.00 masuk ke IGD Rumah Sakit Bethsda dan selang berapa waktu beliau dinyatakan meninggal.
Menurut keterangan info dari Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta, Hery Eko Prasetyo, Agus sebelumnya masih aktif mengawal perhelatan Wayang Jogja Night Carnival di sekitar Tugu Yogyakarta sebagai puncak peringatan hari ulang tahun ke 266 Yogyakarta.
Nah dari kasus tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Hal tersebut, mengingatkan kita semua akan pentingnya kepedulian, pemahaman dan kesadaran, terhadap kesehatan.
Baca Juga: Destinasi Kuliner Sego Berkat dan Rasul Diburu Pembeli
Demi membantu mengantisipasi masalah ini, berikut beberapa tips pencegahan yang perlu diketahui :
1. Edukasi masyarakat tentang gaya hidup sehat, termasuk menghentikan merokok, meningkatkan aktivitas fisik, dan mengadopsi diet yang seimbang.
2. Mengurangi polusi udara dengan mendukung langkah-langkah hijau dan transportasi ramah lingkungan.
3. Rutin memantau tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol, serta mengendalikan angka-angka tersebut dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan yang sesuai.
4. Memahami riwayat keluarga dan faktor risiko genetik, dan melakukan tindakan pencegahan yang sesuai.
5. Berkomitmen untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang seha
Penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyebab penyakit jantung dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil.
Baca Juga: Israel Berjanji Tak Akan Hentikan Pengepungan Jalur Gaza sampai Sandera Dibebaskan
Dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan akses yang lebih baik ke perawatan medis, kita dapat mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat. (Fatimah Rizqi z)