Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Biofarma Luncurkan CerviScan di Jogja

Reren Indranila • Jumat, 8 September 2023 | 00:14 WIB

 

KANKER SERVIKS: Ratusan perempuan di wilayah DIJ mengikuti pemeriksaan kanker serviks yang dilangsungkan di Balai Laboratorium Kesehatan Dan Kalibrasi Jogjakarta. (FAHMI F/RADAR JOGJA)
KANKER SERVIKS: Ratusan perempuan di wilayah DIJ mengikuti pemeriksaan kanker serviks yang dilangsungkan di Balai Laboratorium Kesehatan Dan Kalibrasi Jogjakarta. (FAHMI F/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - PT Biofarma meluncurkan CerviScan, metode deteksi dini kanker serviks melalui tes urine di Jogjakarta, Kamis (7/9/23) siang. Dengan metode ini, CerviScan memperbesar peluang sembuh bagi para penyintas kanker serviks.
Direktur Pemasaran PT Biofarma, Kamelia Faisal, mengatakan, CerviScan memiliki akurasi lebih dari 90 persen. Maka dari itu, ia pun mendorong kalangan perempuan, baik remaja, ataupun dewasa, untuk deteksi dini.

Terlebih lagi, terdapat beberapa laboratrium dan klinik di Jogjakarta yang kini bisa memfasilitasi pemeriksaan tersebut. Antara lain, Hi-Lab, Cito Lab, serta Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLLK) Jogjakarta, di bawah besutan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY.

”Metodenya seperti pemeriksaan kehamilan saja, dengan tes urine. Kemudian dalam waktu kurang dari dua hari hasilnya keluar. Jadi, kalau hasilnya positif jangan langsung berpikir ini pasti kanker. Sebab setelah positif itu masih ada tindak lanjut pemeriksaan yang lebih tinggi lagi, melalui pap smear, ya,” ucapterang Direktur Pemasaran Biofarma Kamelia Faisal.

Dia mengatakan, pemeriksaan lanjutan ditempuh, untuk memastikan hasil positif yang diperoleh dari proses tes urine tersebut benar-benar kanker serviks atau bukan. Sebaliknya, seandainya hasilnya negatif, maka yang bersangkutan dipastikan terbebas dari indikasi dan paparan kanker leher rahim. "Sehingga, kalau tidak ada keluhan apa-apa, terus periksa dengan metode ini dan hasilnya negatif, ya, sudah pasti negatif, tinggal divaksin," jelasnya.

Sejauh ini, Biofarma yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga sudah memproduksi vaksin human papillomavirus (HPV) bertajuk Nusagard. Vaksin tersebut, untuk periode sekarang, diprioritaskan menyasar kalangan remaja

perempuan dengan usia 10-14 tahun.
"Tingkat usia itu disasar, karena harus diakui, anak zaman sekarang semakin cepat memahami aktivitas seksual," terang Kamelia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, menyambut baik metode baru deteksi kanker serviks melalui cerviscan yang diluncurkan Biofarma. Bukan tanpa alasan, seperti diketahui bersama, tingkat penderita kanker serviks baik di Indonesia atau Jogjakarta, dewasa ini tergolong tinggi. ”Sehingga, yang harus kita lakukan adalah bagaimana supaya lebih cepat mendeteksi, atau skrining sedini mungkin,” ujarnya.

Dia pun tidak memungkiri, upaya deteksi dini kanker serviks mengalami hambatan karena sebagian besar perempuan merasa risih untuk menjalani pemeriksaan pap smear. Padahal, lanjutnya, jika masih stadium rendah, rata-rata penyintas kanker tidak mengalami gejala dan merasa baik-baik saja. ”Tapi, dengan metode baru dari Biofarma ini, jadi lebih mudah dan nyaman. Perempuan bisa terdorong untuk deteksi dini,” imbuh Pembajun. (iza/ila)

Editor : Reren Indranila
#serviks #Kesehatan #kanker