JOGJA - Sebanyak 80 peserta yang mengidap autoimun mengikuti meditasi sebagai upaya terapi penyembuhan, meditasi disinyalir jadi salah satu elemen penting yang bisa dilakukan oleh para peserta.
Founder Sahabat Cempluk yang merupakan Komunitas Lupus Ian Sofyan menyebut, agenda meditasi tersebut diutamakan bagi para penderita autoimun yang pada kesempatan tersebut didominasi orang dengan lupus (odapus).
"Autoimun itu ada banyak, dan lupus itu hanya salah satu turunannya," terangnya, Minggu(3/9).
Ian mengapresiasi meditasi yang diinisiasi oleh alumni Tapa Brata Bali Usada tersebut, Bali Usada sendiri merupakan pusat pelatihan meditasi yang dalam hal ini bekerja sama dengan RS Panti Rapih sebagai tempat pelaksanaan.
"Ini agenda pertama kali di Jogja dengan Bali Usada, tekniknya khusus untuk terapi penyembuhan pengidap autoimun," sambungnya.
Diakui Ian, antusiasme peserta sangat baik bahkan beberapa peserta sengaja datang dari luar kota. "Saya salut ada peserta dari Bengkulu, naik bus selama dua hari," lontarnya kagum.
Terpisah, instruktur atau mentor Bali Usada Agus Wiyono mengungkapkan, pihaknya menekankan soal one day learning meditation. Yaitu, mengenalkan tentang pikiran yang berkaitan dengan badan.
"Ada namanya pikiran harmonis, yaitu konsentrasi, kesadaran, kelembutan dan kebijaksanaan," lontarnya.
Diakui Agus, pikiran harmonis tersebut dapat menyehatkan badan para penderita autoimun, meskipun tetap membutuhkan pengobatan medis, gaya hidup sehat hingga pola tidur teratur.
"Tujuan Bali Usada melepaskan reaksi buruk dari memori, semua orang punya trauma yang jarang disadari," tuturnya.
Lewat meditasi tersebut para peserta diajak untuk melepaskan trauma. Apalagi, untuk penderita autoimun yang selnya tidak bekerja secara optimal. Dengan meditasi diharapkan sel-sel tersebut bisa dikendalikan oleh tubuh melalui pikiran.
"Pikiran punya peranan sangat penting untuk mengontrol kondisi tubuh, apalagi bagi penderita autoimun," ungkapnya.
Salah seorang odapus, Dini, menyampaikan, dirinya sudah mengikuti terapi meditasi tersebut sejak Oktober 2020 silam, diakuinya banyak kebermanfaatan yang dirasakan oleh tubuhnya.
"Berdampak siginifikan, saya ingat dulu ditangani 18 dokter sekarang hanya 3 dokter," bebernya.
Lewat gelaran tersebut, Dini turut mengajak segenap odapus maupun autoimun secara umum untuk melakukan meditasi. Karena, hal tersebut diyakininya jadi salah satu terapi penyembuhan paling ideal. (iza)
Editor : Amin Surachmad