Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Capaian KB Tembus 77,71 Persen, Pemkab Magelang Luncurkan Program Kelas SAHABAT

N
Penulis: Naila Nihayah❯
Para ibu dan bapak saat mengikuti peluncuran Kelas SAHABAT, Kamis (20/8).
Para ibu dan bapak saat mengikuti peluncuran Kelas SAHABAT, Kamis (20/8).

Advertisement

 

MUNGKID - Capaian program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Magelang hingga pertengahan 2026 mencapai 77,71 persen. Capaian itu melampaui target yang ditetapkan sebesar 72,14 persen. Capaian serupa juga terlihat pada program KB pascapersalinan yang telah mencapai 89,8 persen, lebih tinggi dari target 87,19 persen.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang Bella Pinarsi mengatakan, program KB menjadi bagian dari upaya mewujudkan Sapta Cipta ke-2, yakni Sehat Wargane.

Advertisement

 Menurutnya, keberhasilan program KB tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari semakin banyaknya keluarga yang merencanakan kehamilan dan kelahiran secara matang.

"Harapannya setiap kehamilan adalah kehamilan yang direncanakan dan tentunya setiap kelahiran adalah kelahiran anak yang berkualitas," kata Bella di Balai Desa Kerincing, Secang, Kamis (20/8).

Advertisement

Selain capaian peserta KB, kondisi demografi Kabupaten Magelang juga menunjukkan angka Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,12 pada 2025. Angka tersebut, kata Bella, telah sesuai dengan target nasional.

Bella melanjutkan, pemkab kini tidak hanya mengejar peningkatan kepesertaan KB. Tetapi juga mendorong keterlibatan pasangan secara lebih aktif dalam menentukan pilihan kontrasepsi, terutama setelah kelahiran.

Upaya memperkuat peran laki-laki tersebut diwujudkan melalui Kelas SAHABAT atau Sinergi Ayah dan Ibu untuk Anak Tumbuh Hebat. Program ini menggabungkan edukasi bagi ayah dan ibu, mulai dari masa kehamilan hingga periode pascapersalinan.

Kepala Dinas Sosial, PPKB, PPPA Kabupaten Magelang M Taufik mengatakan, Kelas SAHABAT merupakan pengembangan dari Kelas Ayah Idaman dan Kelas Ibu Hamil. Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki komunikasi pasangan dalam mengambil keputusan mengenai KB pascapersalinan.

"Desa dan kader mendampingi ibu nifas hingga 42 hari, sedangkan fasilitas kesehatan diminta memberikan edukasi kepada ibu hamil dan suami sejak awal kehamilan serta memastikan pelayanan KB pascapersalinan," ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DP3AP2KB Sleman Akan Lakukan Asesmen pada Korban Pelecehan Seksual Anak di Kapanewon Minggir    

DP3AP2KB Sleman Akan Lakukan Asesmen pada Korban Pelecehan Seksual Anak di Kapanewon Minggir   

Informasi dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak oleh kurir paket di Kapanewon Minggir beredar di media sosial. Peristiwa yang disebut terjadi pada Minggu (15/8) tersebut dikabarkan telah diselesaikan secara ...

Meriahkan Hari Kemerdekaan RI, PKB DIY Gelar Safari Tasyakuran HUT ke-81 Republik Indonesia

Meriahkan Hari Kemerdekaan RI, PKB DIY Gelar Safari Tasyakuran HUT ke-81 Republik Indonesia

Meriahkan Hari Kemerdekaan RI, PKB DIY adakan Safari Tasyakkuran HUT ke-81 Republik Indonesia

BRI KKB Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Cabang, Wujudkan Mobil Impian Tawarkan Suku Bunga Spesial

BRI KKB Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Cabang, Wujudkan Mobil Impian Tawarkan Suku Bunga Spesial

BRI KKB Expo 2026 hadir serentak di 131 Kantor Cabang BRI di seluruh Indonesia pada 10–21 Agustus 2026. Dapatkan promo suku bunga mulai 1,81% flat per tahun, berbagai penawaran menarik, serta kemudahan pembiayaan mobil..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer