Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinas Kesehatan Catat Ada 2.000 Warga Sleman Mengidap Skizofrenia, Minta Jangan Stres

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Seruni Angreni Susila
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman Seruni Angreni Susila

SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat setidaknya ada 2.000 warganya yang mengidap skizofrenia. Penyakit ini merupakan ganggunan kejiwaan kronis. Sehingga, membuat pengidapnya bisa mengalami halusinasi, delusi, perubahan sikap, dan kekacauan berpikir.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Seruni Angreni Susila menjelaskan, data tersebut merupakan angka kumulatif. Tidak mungkin berkurang karena meski skizofrenia bisa pulih, tetapi selamanya tetap memiliki risiko tinggi.


Advertisement

Dia menyebut, mayoritas penderitanya dirawat di panti-panti sosial rehabilitasi jiwa yang berlokasi di Sleman utara. Baik itu milik pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun swasta. "Walaupun jumlah pasien yang ditangani panti tersebut lebih banyak karena berasal dari luar daerah," katanya dikonfirmasi Rabu (4/2).

Seruni menyebut, mereka yang mengidap skizofrenia bisa dikatagorikan sebagai disabilitas jiwa. Dengan kata lain, meski bisa pulih selamanya harus dalam pengawasan psikiater.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Langgar Batas Kesepakatan 300 Meter, Warung Kelontong di Kalasan Akhirnya Ditutup

Langgar Batas Kesepakatan 300 Meter, Warung Kelontong di Kalasan Akhirnya Ditutup

Warung kelontong di Cupuwatu I, Kalasan, Sleman, ditutup setelah dinilai melanggar kesepakatan jarak minimal antarwarung 300 meter. Polisi memediasi perselisihan warga.

Anggota DPRD Sleman Lilik Dwi Wahyana SE; Dongkrak PAD, Maksimalkan Sewa Barang Milik Daerah

Anggota DPRD Sleman Lilik Dwi Wahyana SE; Dongkrak PAD, Maksimalkan Sewa Barang Milik Daerah

PEMERINTAH Kabupaten Sleman memiliki banyak aset yang bisa dimanfaatkan publik dengan sistem sewa. Seperti stadion, gelanggang olahraga, gedung serba guna, wisma, hingga lapangan. Semuanya tergolong barang milik daerah

Belum Selesai Dibakar, Genting Godean Sudah Diburu Pembeli, Merek Kolektif Perkuat Daya Saing

Belum Selesai Dibakar, Genting Godean Sudah Diburu Pembeli, Merek Kolektif Perkuat Daya Saing

Sudah sekian lama produk genting asal Godean menjadi mata pencaharian utama warga setempat. Hingga menjadi sentra yang cukup dikenal luas di berbagai daerah. Genting godean telah memiliki merek kolektif yang terdaftar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer