Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Kaki 10.000 Langkah Sehari: Gimmick atau Memang Efektif?

M
Penulis: Magang Radar Jogja❯
Ilustrasi jalan kaki.
Ilustrasi jalan kaki.

Target 10.000 langkah per hari menjadi standar dalam dunia kebugaran. Hampir semua aplikasi kesehatan dan jam tangan pintar menggunakan angka ini sebagai patokan aktivitas harian.


Advertisement

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan menemukan bahwa manfaat kesehatan signifikan sudah mulai terasa pada kisaran 4.000 hingga 7.000 langkah per hari, terutama untuk orang dewasa si atas usia 60 tahun.

Penelitian lain menunjukkan bahwa untuk orang dewasa yang lebih muda, manfaat optimal memang berada di sekitar 8.000 hingga 10.000 langkah.

Namun, yang lebih penting dari jumlah adalah konsistensi dan intensitas. Berjalan 6.000 langkah dengan kecepatan sedang bisa lebih bermanfaat daripada 10.000 langkah dengan kecepatan sangat lambat.

Advertisement

Terlepas dari perdebatan angka, jalan kaki secara konsisten terbukti memberikan berbagai manfaat kesehatan.

Aktivtas ini meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, menurunkan risiko penyakir kardiovaskular, serta membantu mengontrol tekanan darah.

Dari sisi metabolisme, jalan kaki membantu membakar kalori dan mengontrol berat badan. Meski tidak secepat olahraga intensitas tinggi, jalan kaki rutin tetap efektif untuk manajemen berat badan jangka panjang. Bagi penderita diabetes, aktivitas ini juga membantu mengatur kadar gula darah.

Advertisement

Manfaat tidak hanya dirasakan secara fisik. Jalan kaki terbukti mengurangi gejala kecemasan dan depresi ringan.

Paparan sinar matahari saat berjalan di luar ruangan juga membantu produksi vitamin D dan meningkatkan kualitas tidur.

Banyak orang yang merasa lebih segar dan fokus setelah berjalan kaki, terutama jika dilakukan di pagi hari.

Tidak ada formula universal yang cocok untuk semua orang. Taarget langkah harian sebaiknya disesuaikan dengan usia, tingkat kebugaran, kondisi kesehatan, dan tujuan pribadi. Seseorang yang baru memulai aktivitas fisik tidak perlu memaksakan diri mencapai 10.000 langkah di hari pertama.

Bagi lansia atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu, 5.000 langkah mungkin sudah sangat baik. Lakukan secara konsisten dan peningkatan bertahap.

Berjalan dengan postur yang baik, kecepatan sedang membuat sedikit terengah namun masih bisa berbicara, lebih bermanfaat daripada sekadar mengejar angka dengan langkah yang sangat pelan.

Angka 10.000 langkah bukanlah angka sakral yang wajib dicapai semua orang. Angka ini lebih tepat dipandang sebagai motivasi dan pengingat untuk tetap aktif bergerak.

Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan berjalan secara konsisten, berapapun jumlah langkahnya.

Penulis: Adzkia Fahdila Khairunisa

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Parimin Pulang ke Rumah dengan Jalan Kaki 20 Km; Sempat Ngos-ngosan saat Tempuh Wonosari ke Patuk

Parimin Pulang ke Rumah dengan Jalan Kaki 20 Km; Sempat Ngos-ngosan saat Tempuh Wonosari ke Patuk

Perjalanan pulang yang tidak biasa mengiringi akhir masa pengabdian Parimin sebagai aparatur sipil negara (ASN). Setelah lebih dari tiga dekade terbiasa menggunakan kendaraan untuk menunjang pekerjaannya, pria berusia 58

Diyakini Menambah Fokus dan Memberi Sensasi seperti Dipijat, Fenomena Grounding Kini Banyak Digemari

Diyakini Menambah Fokus dan Memberi Sensasi seperti Dipijat, Fenomena Grounding Kini Banyak Digemari

Jalan kaki tanpa alas atau yang kini dikenal dengan grounding semakin digemari. Perilaku yang akrab disebut cekeran ini membiarkan kaki langsung bersentuhan dengan permukaan tanah untuk menghubungkan tubuh dengan elektr

7 Buah yang Bisa Membantu Menambah Berat Badan Secara Sehat

7 Buah yang Bisa Membantu Menambah Berat Badan Secara Sehat

Menambah berat badan tidak selalu mudah, terutama bagi orang yang memiliki tubuh kurus dan sulit meningkatkan nafsu makan. Salah satu caranya adalah mengonsumsi makanan tinggi kalori tetapi tetap kaya nutrisi. Buah..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer