RADAR JOGJA – Epidemiolog UGM Riris Andono Ahmad tegaskan vaksin Covid-19 bukanlah penyebab munculnya kasus Hepatitis misterius. Dia memastikan virus misterius ini tak memiliki korelasi dengan vaksin Covid-19. Dia meminta agar masyarakat tidak termakan atau ikut menyebarkan informasi yang salah.

Kemunculan hepatitis varian baru ini tengah menggemparkan masyarakat. Varian misterius ini tak termasuk dalam hepatitis A/B/C/D/E. Alhasil muncul beberapa hipotesis, salah satunya berasal dari vaksin Covid-19.

“Perlu kita pahami dan juga kita sebarkan kepada masyarakat bahwa hepatitis yang masih tidak diketahui penyebabnya ini bisa dikatakan tidak berhubungan dengan adanya vaksin Covid-19. Itu mengapa disebut unknown Hepatitis,” jelas Riris dalam webinar ‘KAGAMA Health Talks #8 : Mengenal dan Mencegah Hepatitis Misterius’ yang disiarkan melalui kanal Youtube KAGAMA Channel pada Sabtu, (14/5).

Disatu sisi Riris tak merasa aneh atas hipotesis tersebut. Sebab, dalam beberapa kasus unknown hepatitis di Eropa ditemukan adanya adenovirus. Berupa vaksin Covid-19 dibuat menggunakan teknologi adenovirus sebagai vektor untuk menyebabkan munculnya kekebalan tubuh dari Covid-19.

Namun, memastikan keduanya tak memiliki korelasi. Riris menyebutkan bahwa semua kasus unknown hepatitis yang dilaporkan di Inggris tidak pernah mendapatkan vaksin Covid-19. Selain itu, adenovirus yang digunakan untuk beberapa vaksin Covid-19 itu pun merupakan virus yang tidak dapat melakukan replikasi atau pengembangbiakan.

“Perihal bahwa adenovirus sebagai penyebab unknown hepatitis sejatinya juga masih menjadi hipotesis, sebab adenovirus hanya ditemukan beberapa saja atau bukan pada semua kasus unknown hepatitis. Sehingga, unknown hepatitis tidak berhubungan dengan vaksin Covid-1,” katanya.

Terlepas dari ini, Riris meminta agar masyarakat tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. Menerapkan protokol kesehatan secara disipilin dalam kehidupan sehari-hari. Fokusnya adalah menjaga kebersihan pangan sehari-hari.

“Pastikan semua benda yang untuk makan itu bersih. Jikalau digunakan bergantian harus dijaga kebersihannya. PHBS itu kuncinya,” ujarnya.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan jumlah kasus unknown hepatitis telah mencapai angka 436 dari 27 negara. Data per 10 Mei 2022 juga mencantumkan nama Indonesia didalamnya. Saat ini tercatat 17 kasus Hepatitis misterius di Indonesia.

“Investigasi aktif kepada penyebab hepatitis akut ini masih terus dan sedang dilakukan di seluruh dunia,” kata Maxi. (Dwi)

Kesehatan