RADAR JOGJA – Bau mulut adalah persoalan yang kerap terjadi saat berpuasa dan membuat seseorang menjadi kurang percaya diri. Dokter gigi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM Suryono menjelaskan bau mulut saat puasa terjadi akibat berkurangnya produksi saliva atau air liur di dalam mulut.

Kondisi tersebut muncul karena saat puasa, aktivitas otot pengunyah tidak bekerja seperti saat tidak berpuasa. Saat berpuasa tubuh tidak memperoleh asupan makanan ataupun minuman untuk dikunyah.

“Ini berpengaruh pada produksi sekresi air ludah menjadi turun. Selain itu, saat puasa kan tidak makan menjadikan pergerakan otot menurun berakibat pada pembersihan alami sisa-sisa makanan yang tertinggal di rongga mulut menurun,” jelasnya Minggu (24/4).

Penyebab bau mulut, disebutkan Suryono tidak hanya dikarenakan menurunnya produksi saliva saja. Namun, bau mulut juga berhubungan dengan status kebersihan mulut. Misalnya seberapa banyak plak maupun karang gigi.

“Bau mulut juga mengindikasikan adanya permasalahan kesehatan mulut, gigi, dan gusi. Gigi tidak sehat berlubang, maupun mulut kering,” kata Dekan FKG UGM ini.

Konsumsi makanan yang berbau tajam atau menyengat sangat berpengaruh. Seperti bawang, pete dan jengkol. Merokok juga bisa menyebabkan bau tak sedap pada mulut akibat kandungan tembakau didalamnya.

Suryono menambahkan persoalan bau mulut terjadi bisa dikarenakan adanya manifestasi penyakit sistemik. Beberapa diantaranya seperti asam lambung, ginjal, dan diabetes.

Suryono memberikan sejumlah tips dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut selama puasa. Tentunya agar terhindar dari persoalan bau mulut. Salah satunya dengan rutin menggosok gigi dengan benar.

“Menyikat gigi dengan teknik yang benar dapat mencegah sisa-sisa makanan yang menyangkut di sela-sela gigi sehingga tidak terakumuluasi menjadi plak atau karang gigi,” ujarnya.

Tak kalah penting, bersihkan lidah yang bisa menjadi tempat menempelnya sisa-sisa makanan. Lalu hindari konsumsi makanan berbau menyengat dan kurangi merokok.

“Berikutnya konsumsi makanan berserat. Lalu jangan lupa untuk melakukan pemerikasaan dan perawatan gigi ke puskesmas atau klinik atau ke dokter gigi secara rutin,” pesannya. (Dwi)

Kesehatan