RADAR JOGJA – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM untuk pertama kalinya terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Forum for Ethical Review Committees in the Asian and Western Pacific Region (FERCAP) 2021. Berlangsung dari 8 hingga 11 Desember 2021 secara daring.

Dekan FK-KMK UGM Ova Emilia menuturkan, FERCAP adalah salah satu forum berskala internasional. Pertama kali terselenggara di Bangkok, Thailand pada 12 Januari 2000. Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan implementasi pengkajian etika penelitian. Terutama yang melibatkan manusia sebagai subjek di wilayah Asia dan Pasifik Barat.

“FERCAP memiliki kedudukan di Faculty of Allied Health Sciences (FAHS), Thammasat University dan berafiliasi serta bekerja sama dengan WHO,” jelasnya dalam jumpa media di Selasar Gedung Pascasarjana Tahir Foundation FK-KMK UGM Jogjakarta, Selasa (7/12).

Ova Emilia menyampaikan rasa syukurnya bisa terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan FERCAP 2021. Pihaknya akan memberikan yang terbaik dalam seluruh penyelenggaraannya. Dia berharap agar pertemuan ini dapat menghasilan sebuah ide dan gagasan yang apik.

“Penelitian yang dilakukan ini berkaitan dengan manusia, sangat penting untuk menyebarkan kepada khalayak bahwa komisi etik memiliki kualitas yang tinggi dan kredibel dalam melakukan penelitian. Tentu berkomitmen untuk membuat standarisasi yang tinggi dan kredibel,” katanya.

Ketua komisi etik FK-KMK UGM sekaligus sekretaris penyelenggara FERCAP 2021 Tri Wibawa menjelaskan tentang pentingnya penyelenggaraan FERCAP. Pertama adalah banyaknya keterlibatan ahli metodologi penelitian yang sesuai dengan kaidah penelitian terkini. Untuk kemudian merumuskan suatu ide melalui sinergitas.

“Kami tahu masyarakat membutuhkan solusi yang cepat, tapi tidak serta-merta cepat, kami harus benar-benar yakin dan teliti akan apa yang akan kami lakukan,” ujarnya.

Tri Wibawa juga berkomitmen untuk menjaga privasi para pasien. Dia menyoroti adanya pelanggaran etika dalam dunia medis. Terutama mengumbar kerahasiaan data dan privasi pasien.

“Etika yang cukup sering dilanggar biasanya adalah kerahasiaan data dan privasi pasien, hal ini akan menjadi urgensi yang akan diterapkan, kami akan melindungi subjek agar privasinya tetap bisa terjaga,” katanya. (sce/om9/dwi)

Kesehatan