RADAR JOGJA – Kegiatan jelajah alam dan pengenalan berbagai budidaya tumbuhan herbal yang bertajuk  Walk for Happines digelar di Bukit Turgo, Turi Sleman, Jumat (29/10). Sejumlah pakar tanaman herbal dalam kegiatan ini. Diskusi secara langsung terjalin selama kegiatan jelajah alam berlangsung.

Pakar tanaman obat dari Fakultas Farmasi UGM Jogjakarta Djoko Santoso menilai Turgo memiliki kekayaan ragam hayati. Termasuk beragam jenis obat herbal. Semuanya tumbuh liar di seantero pelosok bukit di sisi barat daya Gunung Merapi ini.

“Ada berbagai jenis tanaman obat yang terdapat di dalam Kawasan Turgo dan ini adalah kekayaan yang sangat luar biasa,” jelasnya, Jumat (29/10).

Djoko menuturkan ada beragam jenis tanaman herbal di kawasan Turgo. Diantaranya Sidaguri atau nama latin sida retusa. Tanaman ini berkhasiat sebagai anti rematik dan anti asam urat.

Tanaman berkhasiat obat yang memiliki bunga dengan warna cantik, seperti bunga sapa. Pemilik nama latin impatiens platypetala ini kaya akan antioksidan. Sangat berkhasiat pada pencegahan berbagai macam penyakit.

“Adapula tanaman cakar ayam atau selaginella doederleinii. Tanaman ini mengandung senyawa golongan alkaloid, saponin dan phytosterol,” katanya.

Pemandu aktivitas jelajah Bukit Turgo Ison Satriyo mengatakan event ini untuk semakin mengenalkan potensi herbal asli Indonesia. Harapannya masyarakat dapat tergerak menggunakan tanaman herbal sebagai alternatif obat. Selain itu juga menanam sebagai wujud tanaman obat keluarga atau TOGA.

Pria yang juga menjabat Chief Operating Officer start up Widya Herbal Indonesia ini menilai tanaman herbal sangatlah penting untuk kesehatan. Terlebih dimasa pandemi Covid-19. Beberapa tanaman herbal memiliki manfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh.

“Adanya trend back to nature yang digaungkan oleh WHO juga menjadi salah satu hal yang menjadikan kebutuhan masyarakat akan herbal meningkat,” kata dia. (om7/dwi)

Kesehatan