RADAR JOGJA – Majelis wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC NU) Kapanewon Gamping gelar Vaksinasi Covid-19, Sabtu (16/10). Lokasinya di SMP Maarif Gamping, Sleman. Sasaran dari vaksinasi ini adalah masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi.

Ketua giat vaksinasi Covid-19 Suhartono menuturkan sasaran dari vaksinasi kali ini yaitu para pengasuh pesantren, takmir masjid dan musola. Adapula kyai kampung dan masyarakat yang belum mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

“Kami memang menyasar masyarakat yang belum divaksin,” jelas Suhartono di sela-sela kegiatan vaksinasi Covid-19, Sabtu (16/10).

Suhartono menjelaskan target dari vaksinasi sebanyak 400 sasaran. Sayangnya tidak semua bisa menerima vaksin. Terbukti dari pemeriksaan awal hanya 364 peserta yang lolos.

Mayoritas warga yang belum vaksin karena kondisi kesehatan. Terbukti dari pemeriksaan kesehatan sebelum menerima. Adapula yang mengundurkan diri.

“Tetap ada screening untuk kesehatan. Kalau tidak lolos maka belum bisa menerima vaksin Covid-19,” katanya.

Untuk vaksinasi kali ini, MWC NU menerima dua jenis vaksin. Tepatnya Sinovac dan Astra Zeneca. Untuk Sinovac diberikan untuk anak dibawah 16 tahun.

“Sebenarnya tadinya mau dikasih Astra Zeneca karena stoknya yang ada hanya itu. Tapi karena ada peserta yang usianya dibawah 16 tahun yakni siswa SMP Maarif dari Dinkes DIJ mencarikan dan alhamdulillah bisa dibawa hari ini,” ujarnya.

Kegiatan ini sendiri merupakan kerjasama antara MWC NU Gamping, DPRD DIJ dan Dinas Kesehatan DIJ. Secara khusus menyasar para pengasuh pondok pesantren, santren dan para kyai. Adapula warga yang belum menerima vaksin.

Anggota DPRD DIJ Fraksi PKB Syukron Arif Muttaqin mendukung dengan adanya program percepatan vaksinasi di Jogjakarta. Dia menegaskan bahwa DPRD DIJ sangatlah berkomitmen tinggi. Pihaknya juga terus berkomunikasi dengan Kementrian Kesehatan RI dalam penambahan jumlah vaksin di Jogjakarta.

“Dalam pembahasan perubahan anggaran 2021 lalu, alokasi anggaran untuk vaksinasi juga ditambah,” kata Syukron.

Perwakilan Dinkes DIJ Suharjono menjelaskan bahwa capaian vaksinasi Covid-19 di Jogjakarta tinggi. Hingga pertengahan Oktober dosis pertama sudah mencapai 88.44 persen. Sementara untuk dosis kedua sudah mencapai 62,30 persen.

“Kami terus berupaya menyisir masyarakat yang belum dengan menggandeng berbagai elemen. Termasuk menggandeng ormas dan elemen lainnya,” ujarnya. (om7/dwi)

Kesehatan