RADAR JOGJA – Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menegaskan komitmen vaksin pelajar dan mahasiswa luar daerah tetap kuat. Hanya saja pihaknya masih melakukan pendataan jumlah target vaksin Covid-19 ini. Tercatat saat ini jumlah pelajar dan mahasiswa luar daerah di Jogjakarta kisaran antara 250 ribu hingga 300 ribu orang.

Mantan Kepala Disdikpora DIJ ini memastikan pemerintah pusat khususnya Kementerian Kesehatan telah memberi lampu hijau. Berupa penambahan jatah vaksin Covid-19. Alokasi ini diluar dari target awal vaksin sekitar 2,8 juta jiwa.

“Ngarso ndalem (Hamengku Buwono X) sudah sampaikan ke Menkes, kalau minta jatah lebih penduduk kami itu untuk mahasiswa. Selisihnya 250 ribu sampai 300 ribu orang. Pak Menteri sampaikan sesuai kebutuhan, habis bilang, sudah di ACC,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (6/10).

Pemprov DIJ, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan perguruan tinggi. Guna membantu gerakan vaksinasi mahasiswa luar daerah. Diawali dengan sosialiasi saat perkuliahan daring. Ternasuk mendata mahasiswa yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Penyuntikan vaksin Covid-19 bisa terpusat. Mengumpulkan dalam satu lokasi atau perguruan tinggi. Skema lain dengan mengakumulasi para mahasiswa lintas perguruan tinggi dalam satu lokasi yang sama.

“Sampaikan sebelum tatap muka diminta kepada para mahasiswa untuk sudah vaksin. Kalau masih ada yang belum bisa laporkan ke perguruan tinggi. Silakan selenggarakan di kampus masing-masing kami fasilitasi. Kalau sedikit ya gabung saja antar kampus,” katanya.

Ketua Percepatan Vaksinasi Covid-19 Pemprov DIJ Sumadi menuturkan tambahan vaksin menyasar 275 ribu jiwa. Tambahan vaksin Covid-19 telah diajukan. Untuk kemudian disuntikan kepada pelajar dan mahasiswa luar daerah yang mengenyam pendidikan di Jogjakarta.

“Jadi ya 2,8 juta tambah sekitar 275 ribu. Herd imunitynya sekitar 3 juta lebih. Target capaian November itu sudah sama pelajar dan mahasiswa luar daerah,” ujarnya.

Terkait jumlah permintaan vaksin tambahan masih fluktuatif. Artinya untuk data masih menggunakan jumlah pelajar dan mahasiswa luar daerah di Jogjakarta. Sehingga besar kemungkinan jumlah akan berubah.

Sumadi menuturkan Pemprov DIJ turut menggandeng civitas kampus. Baik dari perguruan tinggi maupun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara. Guna melakukan pendataan secara akurat.

“Semoga sudah divaksin di daerah asalnya. Untuk data pasti tidak bisa. Minta perguruan tinggi untuk cek. Kami juga minta tolong BEM Nusantara agar dibantu,” katanya.

Bukan tanpa alasan Pemprov DIJ menarget pelajar dan mahasiswa luar daerah. Tujuannya agar pelaksanaan pembelajaran maupun perkuliahan tatap muka lebih aman. Khususnya agar tak muncul klaster Covid-19 dari sektor pendidikan.

Upaya vaksinasi sudah diawali di UNY, Sabtu (2/10). Saat itu vaksinasi Covid-19 menyasar sekitar 4.000 penerima. Didominasi oleh mahasiswa dari luar Jogjakarta.

“Pak Gubernur (HB X) sudah dawuh ke pimpinan perguruan tinggi untuk didata mahasiswanya yang belum vaksin di daerahnya. Jadi memang jadi syarat wajib kuliah tatap muka, paling tidak dosis pertama,” katanya. (Dwi)

Kesehatan