RADAR JOGJA – Ahli Gizi UGM, Aviria Ermamilia mengingatkan agar para pasien Covid-19 isolasi mandiri (isoman) memperhatikan pola makan. Alih-alih mempercepat pemulihan, konsumsi yang tidak tepat justru bisa sebaliknya. Prinsip utama adalah konsumsi gizi seimbang dan lengkap.

Aviria menuturkan pasien Covid-19 isoman sangatlah rentan. Ini karena tak ada pengawasan dan pendampingan medis yang intens. Termasuk pola konsumsi sehari-hari selama masa penyembuhan.

“Kalau untuk pasien isoman sebenarnya tidak ada spesifik satu jenis makanan apa yang perlu dikonsumsi karena tidak ada super food. Namun dianjurkan konsumsi makanan yang tinggi kalori dan tinggi protein sebab saat seseorang terkena infeksi kebutuhan akan energi dan proteinnya lebih tinggi dari biasanya,” jelasnya, Rabu (4/8).

Dosen Departemen Gizi dan Kesehatan FKKMK UGM ini juga menganjurkan asupan vitamin dan mineral yang cukup. Bisa dengan mengonsumsi buah dan sayur. Tujuannya untuk menyerap kandungan gizi alami bagi tubuh.

Tak hanya itu, Aviria juga memberikan sejumlah pantangan. Pasien Covid-19, lanjutnya, harus menghindari makanan maupun minuman yang tinggi kandungan gula, garam, dan lemak. Guna menghindari perburukan peradangan dan penyakit-penyakit lainnya.

“Kalaupun ingin makan manis, konsumsi gula perhari maksimal hanya 4 sendok makan. Kalau untuk garam maksimal 4 sendok teh dan konsumsi lemak 5 sendok makan per hari,” katanya.

Makanan alami menurutnya jauh lebih baik bagi tubuh. Terutama Kndunyan gizi untuk diserap oleh tubuh. Berbanding terbalik dengan mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan kemasan.

“Sebaiknya hindari makanan dan minuman seperti gorengan, makanan cepat saji, makanan kemasan dan lainnya. Sebaiknya konsumsi makanan beragam dengan gizi seimbang,” ujarnya.(dwi/sky)

Kesehatan