RADAR JOGJA – Masyarakat tak perlu ragu ragu melakukan pemeriksaan gigi saat Ramadan. Sebab, pemeriksaan gigi tidak membatalkan puasa. Dokter Spesialis Gigi RS Budi Sehat Purworejo Fitri Anggita Amilia menyebutkan, tindakan perawatan gigi saat Ramdan tidak membatalkan puasa.

“Seperti fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) bahwa perawatan gigi saat puasa itu boleh,” ujar Anggita, Selasa (20/4).

Fatwa tersebut tertuang pada Fatwa MUI Nomor 250/E/MUI-KB/V/2018 tentang Tindakan Kedokteran Gigi. Fatman ini menyatakan tindakan seperti pencabutan gigi, pembersihan karang gigi, penambalan gigi, dan tindakan lainnya saat puasa tidak membatalkan puasa. Hal itu harus dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan.

Dikatakan, pemberian bius atau obat anestesi berupa gel yang dioleskan ke mulut atau disuntikkan serta disemprot di sekitar gigi pun tidak membatalkan puasa.

“Kendalanya cuma mungkin, misalkan, pada saat cabut gigi, kalau biusnya habis nanti sakit. Kami biasanya kasih pengertian dan edukasi pada pasien kalau tindakannya tidak membatalkan puasa. Namun setelah biusnya habis, nanti sakit harus minum, begitu. Jadi, tergantung dari pasiennya mau batalin puasa atau seperti apa karena urgent, ya,” paparnya seperti dilansir dari Radar Purworejo.

Anggita menegaskan tindakan dalam perawatan gigi tidak membatalkan puasa. “Saat puasa dan tidak puasa, semuanya sama (tindakannya) dan semuanya boleh. Tinggal dari pasiennya bagaimana,” ungkap dia.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir melakukan pemeriksaan gigi saat puasa. Jika harus melakukan perawatan gigi sebaiknya datang ke dokter agar segera ditangani. (han/amd/ila)

Kesehatan