RADAR JOGJA – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jogjakarta melakukan intensifikasi pengawasan pangan di dua supermarket di wilayah Sleman, Selasa (15/12). Dari dua tempat itu didapatkan makanan dengan kemasan rusak dan mengandung bahan berbahaya yakni Rhodamin B (senyawa kimia dan pewarna).

Kepala BBPOM Jogjakarta Dewi Prawitasari menjelaskan, dua tempat intensifikasi pengawasan pangan di Sleman ada di Kapanewon Mlati dan Sleman. Di kedua tempat itu tidak ditemukan makanan kedaluwarsa, maupun tanpa izin edar. Hanya saja ada beberapa produk pangan yang ditemukan dengan kemasan rusak. Khsususnya yang berkaleng dengan kerusakan seperti penyok hingga berkarat.

Kemasan yang penyok dapat membahayakan konsumen jika dikonsumsi. Karena adanya bakteri Clostridium yang bisa menyebabkan hilang kesadaran hingga kematian. “Yang berkarat juga bisa membahayakan karena adanya lubang di kemasan dan kandungan logam besi bisa masuk ke makanan saat berkarat,” kata Dewi Selasa (15/12).

Di supermarket wilayah Sleman, lanjut Dewi, tidak hanya ditemukan produk dengan kemasan rusak. Namun ada beberapa produk yang ditemukan dengan bahan berbahaya yaitu Rodhamin B. Terdapat di makanan ringan rengginang dan keripik gethuk. Selanjutnya masih akan dilanjutkan dengan uji lab. “Karena ini masih tes awal dan dugaan,” ungkapnya.

Usai diketahui adanya zat berbahaya, makanan terkait langsung ditarik oleh pihak supermarket. Untuk selanjutnya pihak supermarket yang akan menindaklanjuti ke jejaringnya agar produk serupa tidak lagi dijual. Usai melakukan intensifikasi pengawasan pangan di dua supermarket wilayah Sleman, Dewi mengaku masih akan melanjutkan pengawasan hingga 8 Januari mendatang.

Tidak hanya di supermarket, kemungkinan intensifikasi pengawasan pakan juga akan dilakukan di toko tidak ternama, warung yang ramai maupun sepi. Pengawasan jelang Natal dan Tahun Baru ini sudah dilaksanakan sejak 23 November lalu. Bertujuan agar produk yang beredar di wilayah DIJ harus sesuai keamanan dan mutu.

Dewi mengimbau kepada masyarakat agar mengecek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa sebelum membeli produk. Ia menuturkan, sejak 24 November hingga 11 Desember, telah memeriksa 107 sarana distribusi pangan di wilayah DIJ.

Tercatat ada 83 yang memenuhi kriteria. Sedangkan 24 sarana yang diperiksa diketahui tidak memenuhi kriteria. Yakni satu sarana di Kota Jogja, sembilan di Sleman, empat di Bantul, lima di Kulonprogo dan lima sarana lainnya di Gunungkidul. Dengan temuan ada 12 item yang rusak, 28 item kedaluwarsa dan 45 item tanpa izin edar. (eno/laz)

Kesehatan