RADAR JOGJA – Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) Jogjakarta resmi memiliki direktur baru, Selasa (25/8). Pelantikan dan sertijab dilakukan oleh Direktur PT Adi Multi Husada M Safar Nasir MSi, dari Direktur RS UAD periode 2017-2020 Prof Dr dr Rusdi Lamsudin SpS(K) MMedSc, kepada Direktur RS UAD periode 2020-2022 dr Irni Sofiani MMR. 

Bertempat di Kampus UAD, di Jalan Kapas No 9, Semaki, Umbulharjo, Jogja.

Dalam sambutannya, Rektor UAD Dr Muchlas MT meminta direktur RS UAD yang baru mampu meningkatkan aspek menajemen pengelolaan. Ternasuk kolaborasi dengan RS dan pusat kesehatan lainnya yang ada di wilayah DIJ. Melalui pengembangan unit usaha ini, pihaknya berharap dapat meringankan pembiayaan bagi mahasiswa UAD.

“Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan sumbangsih dari direktur sebelumnya, dan kami ucapkan selamat mengembah amanah kepada direktur yang baru,” ujar Muchlas.

Irni Sofiani berharap RS UAD bisa bersinergi dan menjadi sarana pembelajaran keilmuan bagi prodi-prodi yang ada di UAD seperti Farmasi, IT, Teknik, Kesmas, Hukum, dan Psikologi. 

“Sebab RS UAD telah mewadahi beragam aplikasi keilmuan yang bersifat multidisipliner,” ungkap Direktur RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede 2016-2020 ini.

Menyikapi tingkat harapan hidup warga Jogja yang tinggi, RS UAD akan membuka berbagai layanan kesehatan untuk lansia. Irni Sofiani bertekad membawa RS UAD menjadi RS rujukan dengan kualitas pelayanan yang islami, bermutu, terjangkau, dan dipercaya oleh masyarakat, dengan berbagai layanan unggulannya.

“Penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada RS di tengah pandemi Covid-19 ini. Masyarakat yang sakit tidak perlu takut datang, karena RS UAD sudah menerapkan prosedur screening dan diagnosa awal Covid-19 dalam penerimaan pasien. Namun bagi masyarakat yang takut, kami ada layanan home visit dan home care,” tutu Irni.

Anggota Badan Pelaksana Harian (BPH) UAD Herry Zudianto juga berharap RS yang memiliki moto ‘Menolong dengan Ramah’ ini bisa menjalankan fungsi sosialnya sebagai RS yang melayani semua lapisan masyarakat. Terutama menengah ke bawah, dan peduli kepada kaum dhuafa.

“Karena hal ini sesuai dengan visi dharma bakti dan misi pengabdian UAD kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Jogjakarta periode 2001-2011 ini. (sky/tif)

Kesehatan