JOGJA – Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan aneka kegiatan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Sedunia (HKS) 2019. Acara itu mulai dari  senam bersama, flash mob hingga talk show. Semua rangkaian acara diadakan di lapangan parkir Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada, Minggu (4/5).

Acara itu juga dimeriahkan dengan kehadiran  berbagai stan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). HKS 2019 itu mengusung tema Ayo Gerak, Jangan Mager alias Malas Gerak.

Sekretaris Dinas Kesehatan DIY Siti Badriah mengatakan, kebiasaan mager berpotensi mengundang berbagai penyakit.  Karena itu, dia mengajak agar masyarakat membudayakan gaya hidup sehat. “Caranya dengan gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas,” ungkap Badriah.

HKS 2019 dibuka Sekda DIY Gatot Saptadi. Dia berpesan agar semua elemen masyarakat terus menjaga dan meningkatkan kesehatannya. “Caranya dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Bisa dengan senam dan olahraga lainnya,” ujar Gatot.

Usai senam, acara dilanjutkan dengan talk show. Salah satu narasumbernya dr. Hemi Seniorita, Sp.PD dari RSUP Dr. Sardjito.  Hemi mengatakan, salah satu penyakit yang kerap timbul akibat kurang gerak adalah diabetes dan obesitas. “Itu terjadi karena kita terus menumpuk kalori tanpa ada pembakaran secara rutin,” terangnya.

Dia menyarankan jangan terlalu lama duduk. Maksimal 30 menit. Setiap setengah jam sebaiknya melakukan gerakan sederhana. “Senam peregangan jika memungkinkan. Pastikan selalu menghitung berapa kalori yang masuk dan keluar,” lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini.

Setiap hari saat ke kantor, Hemi tak pernah memakai lift.  Naik ke lantai tiga, dia selalu menggunakan tangga.  “Itu bagus untuk membakar kalori di tubuh,” ungkap Hemi. Dalam acara itu, RSUD Wonosari dinyatakan sebagai pemenang lomba senam peregangan. Sedangkan SMAN 6 Yogyakarta menjadi juara lomba flash mob. (*/kus/zl)

Kesehatan