RADAR JOGJA- Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) akhirnya dapat menggelar Wisuda ke-22 yang sempat tertunda beberapa waktu akibat Pandemi Covid-19. Acara wisuda diikuti oleh 614 wisudawan lulusan Diploma dan Sarjana dari 13 Program Studi yang digelar di Sahid Raya Hotel and Covention Babarsari Sleman secara daring maupun luring, Selasa (6/4).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fransiska Lanni menyampaikan, pelaksanaan wisuda daring bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mengatasi pandemi. Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan berlebihan yang berpotensi menjadi klaster penularan baru.

“Selain itu karena sebagian calon wisudawan juga pulang ke daerah masing-masing dan bekerja atau ada halangan tertentu sehingga tidak memungkinkan mereka untuk mengikuti prosesi wisuda luring,” katanya.

Fransiska menambahkan, sampai saat ini UNRIYO telah meluluskan 10.310 orang yang tersebar diseluruh Indonesia, bahkan beberapa diantaranya di luar negeri. Dalam wisuda tahun ini, sebanyak 139 lulusan menyandang predikat cumlaude dan IPK tertinggi diraih oleh Gusti Ayu Saraswati  dari Program studi Keperawatan dengan IPK 4 yang berasal dari Sulawesi Tengah.

“Para Wisudawan dengan IPK tertinggi di masing masing program studi kali ini ternyata berasal dari putra-putri daerah, yang diharapkan dapat kembali membangun daerah masing-masing dan menjadi agen pembaharu. UNRIYO mengapresiasi kepada wisudawan cumlaude dengan memberikan penghargaan berupa sertifikat dan juga cinderamata,” tambahnya.

Rektor UNRIYO Santoso dalam kesempatan ini berpesan, wisudawan terbaik tentu saja membanggakan orangtua dan almamater serta membawa nama daerah. Tetapi yang paling utama yakni wisudawan diharapkan untuk pulang ke daerah masing-masing dan membangun daerahnya.

“Apa yang sudah dicapai para wisudawan merupakan awal dari pengabdian dan menjadi dasar sumbangan alumni UNRIYO untuk ikut dalam memecahkan masalah yang ada di masyarakat sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu Kepala LLDIKTI Wilayah V, Didi Achjari menyampaikan, wisudawan UNRIYO agar dapat mendukung tracer study yang nanti akan menjadi salah satu penilaian akreditasi prodi.

Kampus