RADAR JOGJA- Indigenous Knowledge Systems and Practices (IKSP) adalah sistem dan praktik pengetahuan kearifan lokal, semacam adat istiadat masyarakat setempat yang dikembangkan secara terus menerus. Pemerintah Kota  Jogja memiliki pengalaman dalam menangani bencana berskala nasional seperti letusan gunung Merapi dengan menggunakan pendekatan kearifan lokal. Peristiwa tersebut kemudian dijadikan pelajaran dan referensi dalam menangani pandemi Covid-19 di Jogja.

Salah satu program kearifan lokal yang dilakukan Pemerintah Kota Jogja  dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19 adalah Gandeng Gendong. Yakni program sembako dari dan untuk masyarakat, donasi sosial pemerintah, takjil sembako, CSR, program relawan hijau, dan program edukasi relawan mengajar ujar, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, saat menjadi narasumber dalam 2nd International Conference (Webinar) Critical Role of Indigenous Knowledge Systems and Practices (IKSP) Amidst the Calamities and Pandemic atau Konferensi Internasional ke-2 (Webinar) Peran Kritis Sistem dan Praktik Kearifan Lokal saat Bencana dan Pandemi, senin (14/12)

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan College of Arts and Sciences (CAS) University of Philippine Manila. Webinar diikuti oleh 288 peserta baik presenter pada parallel sessions maupun partisipan dari lima Negara, yaitu Indonesia, Philippine, South Africa, Pakistan, dan India.

Heroe Poerwadi menambahkan, upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Jogja  dalam mengurangi resiko pandemi Covid-19 diantaranya adalah menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih seperti penyediaan hand sanitizer dan tempat cuci tangan di publik area, dan penyemprotan disinfektan.

“Kemudian juga penerapan satu pintu (one gate system) di area perumahan dan perkantoran, dan kampanye Work from Home (WfH) dan Stay at Home,” tambahnya.

Wakil Rektor UAD Bidang Akademik Rusydi Umar, menyampaikan, konferensi ini ingin memfasilitasi pertukaran dan sharing pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik tentang peran penting IKSP di tengah bencana dan pandemi Covid-19 pada level internasional.

“Fakultas Psikologi sebagai bagian dari civitas akademika UAD berupaya untuk berkiprah secara internasional melalui berbagai kerja sama, salah satunya melalui kolaborsi international conference dengan University of Philippine Manila ini,” ujar Rusydi Umar.

Menurut Rusydi Umar, kegiatan ini juga memungkinkan peserta untuk mendiskusikan masalah, tantangan, dan kekhawatiran terkini terkait dengan peran penting IKSP di tengah pandemi. Sehingga dapat menarik kesimpulan dari saran-saran tentang cara mengatasinya.

“Dampak dari konferensi yang dilakukan adalah untuk mempromosikan perlindungan, pelestarian, dan ketahanan IKSP,” ungkap Rusydi Umar.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberi dampak peningkatkan kolaborasi antara lembaga-lembaga akademik, organisasi non-pemerintah internasional, organisasi antar pemerintah, masyarakat adat, peneliti, dan pembuat kebijakan.

Sementara itu dalam pemaparannya tentang dampak pandemi Covid-19 dalam dunia kerja, Dosen Psikologi UAD, Kandidat Doktor Griffith University, Arini Widyowati, menyoroti masalah tantangan kerja dan karir terkait dengan kesejahteraan karyawan karena wabah penyakit dan pandemi.

“Individu, organisasi, dan pemerintah harus melakukan perubahan dan merumuskan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kinerja kerja di masa adaptasi kebiasaan baru. Agar terbentuk kehidupan kerja yang bisa mendorong produktivitas di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkap Arini Widyowati. (sky)

Kampus