RADAR JOGJA – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) bantu kembangkan pariwisata budaya yang mengimplementasikan bela negara. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), UPNVY mengembangkan wisata budaya di Watu Hangga, Pedukuhan Karangtalun, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Pembukaan wisata Watu Hangga diresmikan langsung oleh Rektor UPNVY, Dr. Muhammad Irhas Effendi, M.Si. 

“Kami berdayakan seluruh potensinya, baik potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan potensi ekonomi. Ketiganya harus dilandasi bela negara. Dalam skema pengabdian itu, harus fokus pada bela negara. Untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan,” jelas Irhas ditemui usai Peresmian Gapura Kawasan Wisata Watu Hangga dan Penandatanganan Prasasti Desa Binaan Kawasan Wisata di Padukuhan Karangtalun, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Rabu (28/10).

Kegiatan pendampingan desa wisata budaya merupakan bagian dari implementasi visi, misi, dan nilai UPNVY. Untuk melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

UPNVY akan terus mendampingi sampai masyarakat dapat mandiri. Sebab gagasan pembinaan sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Kegiatan diawali dengan penelitian potensi wisata. Kemudian mengkreasikan program yang berbasis potensi dan kemampuan masyarakat. ”Baru dilakukan pendampingan untuk pemberdayaan,” jelasnya.

Watu Hangga, disebut Irhas menyimpan berbagai potensi. Salah satunya adalah Watu Hangga atau Batu Onggo yang merupakan petilasan. Batu tersebut diyakini masyarakat sebagai tempat bertapa pengawal kerajaan Majapahit pada masa kerajaan Brawijaya kelima atau sekitar 1478. Selain Watu Hangga, Padukuhan Karangtalun juga dikenal sebagai pusat penakaran burung perkutut. Di mana terdapat 43 peternak burung perkutut. Penjualannya sudah ke berbagai daerah di Nusantara. Potensi lainnya adalah kerajinan anyaman bambu, tatah sungging, dan kuliner khas warga setempat.

Selanjutnya, potensi yang akan dikembangkan UPNVY adalah atraksi wisata. Untuk dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan. Dengan begitu, perekonomian warga akan terangkat. 

“Untuk memperlama tinggal wisatawan maka harus ada atraksi seni dan budayanya yang bisa dinikmati wisatawan. Dengan banyaknya wisatawan dan lama tinggal maka bisa berdampak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” papar Irhas.

Kepala Desa Wukirsari, Susilo Hapsoro mengatakan, keterlibatan UPNVY dalam pembangunan wisata di Padukuhan Karangtalun dimulai sekitar setahun lalu. Namun, pendampingan dan pembangun gencar dilakukan sejak empat bulan lalu. Untuk itu, Susilo menyampaikan terima kasih atas pendampingan dan motivasi dari UPNVY.

Senada, Dukuh Karangtalun Dewi Imawati pun berterima kasih kepada UPNVY. Dewi menyebut, wisata yang ditonjolkan Karangtalun adalah Watu Hangga. Tapi, masih banyak perbukitan yang belum tergarap maksimal sebagai objek wisata. (sce/cr2/bah/rg/ila)

Kampus