JOGJA – Jurusan Teknik Lingkungan (TL) IST Akprind Jogjakarta menyiapkan lulusannya memiliki kompetensi dan daya saing tinggi guna menghadapi persaingan global di era revolusi industri 4.0. Terutama mampu berkontribusi dalam perbaikan lingkungan. Salah satunya dengan mengintegrasikan kemampuan akademik (hard skill) dan kemampuan menerapkan pengetahuan akademiknya (soft skill).

“Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, di dalam proses perkuliahan selain praktikum juga diperkaya dengan menghadirkan dosen tamu dari kalangan praktisi serta kuliah lapangan. Dengan demikian mahasiswa lebih memahami aplikasi ilmunya,” ujar Ketua Jurusan Teknik Lingkungan IST Akprind Purnawan (15/8).

Menurutnya, Teknik Lingkungan sangat erat kaitannya dengan kehidupan beserta aktivitasnya. Segala aktivitas manusia akan menimbulkan dampak terhadap kualitas lingkungan, baik pencemaran, penurunan kuantitas dan kualitas air bersih maupun kualitas udara.

“Dengan demikian di masa yang akan datang akan semakin banyak dibutuhkan tenaga trampil di bidang teknik lingkungan, guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan dari aktivitas manusia,” tambah Purnawan.

IST Akprind pun memberikan fasilitas terbaik yang bisa digunakan sebagai media praktikum mahasiswanya. Seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu laboratorium pusat IST Akprind. Dengan instalasi ini mahasiswa bisa belajar bagaimana pengolahan air secara fisik, kimia, dan biologi.

“Karakteristik air limbah di industri masyarakat kan bermacam-macam. Dengan belajar bagaimana pengolahannya mereka bisa meminimalisasi dampak buruk di lingkungan dari air limbah itu, dengan mengubahnya menjadi lebih bermanfaat,” paparnya.

Teknik Lingkungan IST Akprind pun dipercaya membina industri tahu tempe se Jateng-DIJ untuk menerapkan sistem pengolahan air limbah yang dihasilkan. Mahasiswa juga wajib membuat desain perencanaan sebagai syarat tugas akhir. Desain perencanaan ini dibuat mahasiswa dengan mengambil bahan masalah lingkungan di masyarakat dan menyiapkan solusinya.

Purnawan mengatakan, dengan fokus pada kompetensi banyak lulusan Teknik Lingkungan IST Akprind bekerja di perusahaan terkait maupun instansi pemerintahan di daerah asal mahasiswa. Seperti di Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Lingkungan Hidup Daerah dan Provinsi, menjadi konsultan lingkungan hidup, dan sebagainya.

Teknik Lingkungan IST Akprind juga telah menandatangani MoU antara Lembaga Sertifikasi Profesi Lingkungan Hidup Indonesia (LSP LHI) dengan menunjuk IST Akprind sebagai Tempat Uji Kompetensi Mandiri untuk mahasiswa maupun masyarakat umum. Sehingga mahasiswa yang lulus sudah bersertifikat dan kompeten sebagai Pengambil Contoh Uji Air dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan saat ini sedang dipersiapkan untuk sertifikasi Ahli K3.

Guna memiliki jiwa entrepreneur, leader dan manager serta mampu membangun dan memberdayakan masyarakat, September mendatang enam mahasiswa Teknik Lingkungan IST Akprind akan KKN internasional di Sadao, Songkla, Thailand. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara IST Akprind dengan Integrated Islamic School Thailand. (ita/laz/mg1)

Kampus