RADAR JOGJA- Universitas Ahmad Dahlan (UAD), telah berhasil mengamati gerhana bulan total (26/5).

Kepala Pusat Studi Astronomi (Pastron) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yudhiakto Pramudya menjelaskan, beberapa saat setelah salat Maghrib bulan purnama mulai muncul dari ufuk timur kota Jogja.

Namun, ada yang beda karena Bulan terlihat membesar dari pada purnama biasanya. Selain itu, piringan Bulan terlihat lebih redup,”katanya saat mengamati fenomena Gerhana Bulan Total di ObservatoriumKampus Utama.

Yudhiakto menambahkan, pengamatan dilakukan oleh Pastron UAD bekerjasama  dengan, Pusat Tarjih, Lembaga PengembanganStudi Islam (LPSI) UAD, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, serta Takmir Masjid Islamic Center UAD.

“Observasi terpusat di Observatorium UAD dengan menggunakan berbagai teleskop yang digerakkan secara otomatis sehingga dapat mengikuti gerak Bulan. Menjelang waktu Isya, Bulan memasuki Fase Gerhana Bulan Total yang mencapai puncaknya pada pukul 18.25 WIB.

Dalam pengamatan, warna citra totalitas tidak terlalu merah terang. Hal ini bisa jadi diakibatkan pengaruh kualitas atmosfer pada saat dilakukan pengamatan.

Secara keseluruhan, cuaca di Jogja relatif cerah sedikit berawan. Oleh karena itu, hampir seluruh fase gerhana Bulan berhasildiamati dan disiarkan,” jelasnya.

“Gerhana Bulan Total yang berjarak beberapa jam dengan keadaan perigee memang tidak sering terjadi. Hal ini sangat menarik dan menjadi suatu pencapaian yang berkesan bagi UAD untuk dapat mengabadikan fenomena astronomi tersebut.

Selain itu, beberapa mahasiswa dan alumnus UAD khususnya dari S1 dan S2 Pendidikan Fisika yang berada di berbagai daerah juga turut mengirimkan foto pengamatan gerhana.

Hal ini semakin memperkaya data dan dapat dijadikan pelengkap analisis untuk mempelajari tata surya. Data citra gerhana bulan juga dilengkapi dengan data tingkat kecerahan langit yang didapatkan dari Sky Quality Meter yang sudah dikendalikan secara Internet of Thing (IoT),”jelasnya. (*)

Kampus