Gempa ini terasa kencang di wilayah Jogjakarta. Termasuk di wilayah Cangkringan Sleman yang berada di lereng Gunung Merapi. BMKG menjelaskan gempa Pacitan berasal dari aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme naik.
"Tidak berdampak ke aktivitas Merapi. Berdasarkan data pemantauan tidak ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi pasca gempa di Pacitan," jelasnya, Kamis (8/6).
Walau begitu gempa ini terbaca di alat seismograf milik BPPTKG. Getaran gempa turut terbaca dengan kekuatan magnitudo 6.0. Namun dia memastikan bahwa terbacanya getaran gempa bukan berarti berdampak pada aktivitas Merapi.
"Iya benar terbaca di seismograf kami, tapi tidak berdampak ke Merapi sampai saat ini," katanya.
Pasca gempa Pacitan Jawa Timur, BPBD Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) turut melakukan pemantauan. Khususnya dampak kerusakan akibat gempa. Hasilnya tidak ada laporan dari warga maupun BPBD Kabupaten dan Kota.
Diketahui bahwa episentrum gempa Pacitan berada di perairan laut Pacitan. Jarak terdekat dari Jogjakarta adalah 128 kilometer dari Gunungkidul. Terjadi pada 00.04 WIB, Kamis (8/6) dengan kekuatan magnitudo 6.0.
"Hingga pagi hari ini belum ada informasi dampak gempa bumi tadi malam di wilayah Jogjakarta," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana. (Dwi) Editor : Editor News