Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dunia Seolah Terhenti saat Mendengar Kabar Lelayu

Editor Content • Minggu, 4 Juni 2023 | 14:29 WIB
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA - Secara historis kentongan memiliki peran sangat penting bagi masyarakat sebagai alat komunikasi. Makna suara kentongan, berbeda di setiap ketukan. Salah satunya bunyi berita lelayu (kematian).

Seorang warga Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul Supardi mengatakan, dulu kentongan tidak hanya dipasang di pos keamanan lingkungan. Namun juga ada pada setiap rumah warga.

"Digunakan sebagai sarana komunikasi untuk memberikan tanda berkaitan dengan kondisi lingkungan. Misalnya penanda ada warga yang meninggal, ada pencurian, gempa bumi maupun  kebakaran," kata Supardi.
Maka makna bunyi pada kentongan berbeda-beda. Misalnya, ketukan kentongan dipukul 7-7-7- (tujuh kali irama lambat, jeda sampai 21 kali kabar lelayu atau warga meninggal).

"Kentongan sengaja ditabuh atau dipukul agar warga dapat secara cepat memperoleh informasi terkini, ditandai dengan suara ketukan," ucapnya.
Lalu ketukan kentongan dipukul 2-2-2, ada pencuri atau menangkap pencuri. Kentongan dipukul 3-3-3 musibah kebakaran (bencana alam). Kentongan dipukul 4-4-4, adanya banjir (bencana alam). Tapi ketukan bunyi kentongan setiap daerah mungkin tidak sama.

"Tapi jenis ketukan kabar lelayu, sangat menyayat hati. Dunia seolah terhenti saat mendengar bunyi kentongan berita lelayu," ujarnya.
Menurutnya, tidak semua orang berani pukul kentongan. Selain karena ketukan kentongan tidak boleh salah, suasana hati juga harus tenang. Sinyal komunikasi jarak jauh di setiap ketukan kentongan kematian adalah tangisan bagi keluarga maupun sanak saudara. "Ini kan mengabarkan tentang berita duka. Tidak jarang kabar kematian itu datang dari orang-orang terdekat," ucapnya.

Tapi sekarang hampir tidak terdengar lagi bunyi kentongan tanda berita lelayu. Kini setiap informasi dapat cepat diterima melalui telepon genggam. Namun untuk kegiatan siskamling atau ronda di perkampungan, bunyi kentongan masing sering terdengar.

Anehnya, meski kentongan hanya terbuat dari kayu atau bambu, hingga kini tidak semua orang bersedia memukulnya. "Hanya orang-orang tertentu saja yang mengerti makna bunyi pada kentongan. Mungkin karena takut salah ketukan saat memukul," selorohnya. (gun/laz/sat) Editor : Editor Content
#kentongan