Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hindari Zona Bahaya Merapi

Editor Content • Jumat, 26 Mei 2023 | 15:35 WIB
DITAHAN: Kapolresta Jogja Kombes Pol Idham Mahdi memperlihatkan foto AK, 36, dan YK, 27, tersangka penganiayaan JTM saat menyerahkan diri ke Polda DIJ, Rabu malam (24/8). SITI FATIMAH/RADAR JOGJA
DITAHAN: Kapolresta Jogja Kombes Pol Idham Mahdi memperlihatkan foto AK, 36, dan YK, 27, tersangka penganiayaan JTM saat menyerahkan diri ke Polda DIJ, Rabu malam (24/8). SITI FATIMAH/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA - Aktivitas Gunung Merapi masih fluktuatif, naik turun. Dalam semalam, gunung api teraktif di dunia yang berlokasi di perbatasan DIJ-Jateng ini mengeluarkan 12 kali guguran lava pijar.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta mencatat, terakhir per 24 Mei jarak luncurnya mencapai 1.600 meter. Arahnya ke barat daya menuju Kali Bebeng.
"Aktivitasnya masih cukup tinggi untuk gempa vulkaniknya," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan kemarin (25/5).
Tercatat aktivitas kegempaan sebanyak 101 guguran. Dua kali frekuensi rendah, tiga kali vulkanik dangkal, dan tiga kali tektonik jauh. Suara guguran terdengar empat kali dari Pos Babadan di Kabupaten Magelang dengan intensitas sedang.
"Statusnya masih sama, siaga atau level tiga. Dengan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas," kata Makwan. Utamanya pada sektor selatan-barat daya. Meliput Kali Boyang sejauh maksimal 5 km, Kali Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Selanjutnya pada sektor tenggara meliputi Kali Woro sejauh maksimal 3 km dan Kali Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Merapi. "Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya," pintanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Yazid mengatakan, selama di luar radius zona bahaya wisata masih aman.  Ia menyebut sejumlah objek wisata di lereng Merapi yang berada di luar potensi bahaya 5 kilometer. Di sebelah timur meliputi petilasan Mbah Maridjan dan di sebelah barat daya di kawasan Tlogoputri, Kaliurang. "Wisatawan yang berkunjung agar tetap waspada dan berhati-hati," bebernya. (mel/laz) Editor : Editor Content
#BPPTKG Jogjakarta #guguran lava pijar #Gunung Merapi