Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tergeser Traktor, Makin Sulit Ditemui

Editor Content • Minggu, 21 Mei 2023 | 17:30 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Kemajuan teknologi saat ini seolah menggerus tradisi atau kebiasaan masyarakat, termasuk dalam urusan mengolah lahan persawahan. Mulai bercocok tanam hingga panen, kini sudah mulai menggunakan mesin.
Petani membajak sawah seolah menjadi cerita masa lalu yang sulit ditemukan di wilayah Kulonprogo. Adalah Aziz Wahyu Hidayat, 28, warga Bendungan Lor, Kapanewon Wates, sebagai petani generasi Z ia sudah tidak begitu mengenal membajak sawah menggunakan kerbau atau sapi. Seperti petani pada umumnya, ia lebih mengandalkan traktor untuk mengolah sawahnya.
"Membajak sawah dengan sapi butuh waktu lama. Traktor itu alat teknologi dan tidak butuh waktu lama untuk membajak. Tenaga juga sedikit, kalau bicara kekurangannya mungkin tekstur tanah kurang sempurna, zat hara tidak teraduk rata," ucapnya (19/5).
Petani lain, Ari Surono, 30, mengakui sudah sangat jarang petani menggunakan bajak sapi atau kerbau saat ini. Ia mengatakan, sebetulnya lebih bagus memakai luku (bajak) sapi atau kerbau, karena lebih dalam dan jelas lebih ramah lingkungan.
"Bajak tradisional juga diyakini mampu mempertahankan humus tanah, sehingga kualitas dan produktivitas padi lebih bagus. Kalau traktor kadang limpahan bahan bakar dan oli juga bisa mencemari," ungkapnya. (tom/laz) Editor : Editor Content
#oldies