Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Alarm Bunyi, Matikan Tombol...Eh Tidur Lagi

Editor Content • Minggu, 7 Mei 2023 | 14:42 WIB
Eko Susilo, warga Gunungkidul.(DOK PRIBADI)
Eko Susilo, warga Gunungkidul.(DOK PRIBADI)
RADAR JOGJA - Jauh sebelum muncul aplikasi alarm di Smartphone, alat bantu yang mengingatkan jadwal bangun tidur "tempo doeloe" adalah jam weker. Suara lonceng jam weker tidak banyak pilihan, karena rata-rata seirama nyaring melengking.

Seorang mantan pengguna jam weker Eko Susilo mengatakan, jam weker atau beker adalah alat penunjuk waktu. Biasanya ditempatkan di kamar tidur. Dilengkapi alarm (lonceng), dapat disetel agar berbunyi pada jam dan menit yang ditentukan.

"Zaman sekolahan dulu, jam weker saya gunakan untuk membangunkan tidur," kata Eko kepada Radar Jogja. Di tahun 80-an, memiliki jam weker sangat keren. Lebih tepatnya super bermanfaat mengingat tidak cukup alasan lagi untuk bangun kesiangan.

Jam weker bisa jadi alternatif bagi anak-anak zaman old yang sulit untuk bangun. "Jam weker dilengkapi dengan alat alarm yang dapat berbunyi pada jam dan menit yang telah ditentukan," ucapnya.

Pria yang berdinas di Gunungkidul ini menjelaskan, hampir semua jam weker memiliki tuas yang dapat diputar untuk menentukan jam berapa alarm berbunyi. Berbeda dengan jam weker masa kini, bunyi dering yang dikeluarkan pada jam weker lawasan tidak banyak variasi.

"Suaranya nyaring melengking, sampai saya terkaget-kaget," kenangnya. Diakui, bangun di pagi hari adalah sebuah rutinitas yang wajib dijalankan. Apa lagi ketika masih duduk di bangku sekolah. Meskipun berat, akan tetapi memulai hari di pagi hari lebih menyenangkan.

Tapi bagi beberapa orang, termasuk dirinya, bangun di pagi hari cukup sulit. "Oleh karena itu saya sangat bergantung pada jam weker di pagi hari saat itu," ungkapnya.

Menurutnya, alarm jam weker yang berdering biasanya akan terdengar oleh seisi ruangan. Saking nyaringnya, penghuni rumah jadi bangun semua. Tapi namanya juga masih usia anak SMP tetap saja ada malas-malasnya untuk bangun tidur. "Begitu terdengar bunyi alarm, jam weker langsung saya matikan dan tidur lagi," selorohnya.

Dia mengaku masih beruntung karena kala itu kebetulan hari libur. Sedikit memaklumi kemalasan diri sendiri. Demikian pula suara jam weker terlanjur 'memecah telinga'.

Tidak lama berselang, tetap bangun tidur dan mulai beraktivitas. "Tapi kalau kondisi mengharuskan harus berangkat sekolah, ya tentu harus bangun dan mandi," terangnya.

Tidak dapat dipungkiri, salah satu cara bangun tidur tepat waktu adalah dengan menyetel jam weker. Nah, jenis jam seperti apa yang paling cocok untuk dijadikan alarm bangun tidur di masa sekarang, memang lebih lengkap. Banyak pilihan nada dering. Mulai suara hewan, musik, suara dentuman dan masih banyak lagi.

"Tapi bagi saya suara lonceng jam weker jadul sangat mengesankan. Terima kasih sudah mengantarkan saya sampai di usia sekarang," ungkapnya. (gun/laz) Editor : Editor Content
#jam weker