RADAR JOGJA - Tongseng biasanya identik dengan daging kambing. Namun di Bantul, ada kuliner tongseng ayam yang cukup legendaris. Yakni Tongseng Ayam Moro Seneng. Kuliner tersebut sudah berjualan sejak 1970-an.
Warung ini letaknya di Padukuhan Kurahan, Bantul. Tepatnya di belakang Kantor Parasamya Pemda Bantul. Lokasinya sederhana, hanya berupa warung makan yang memiliki meja kursi kayu.
Kendati sederhana, Tongseng Ayam Moro Seneng kerap menjadi jujugan para pejabat Bumi Projotamansari untuk santap siang. Dua mantan Bupati Bantul, yakni Idham Samawi dan Suharsono sewaktu menjabat kerap menjadi pelanggan warung tongseng itu.
Pemilik Warung Tongseng Ayam Moro Seneng Winarno mengatakan, resep tongseng ayam miliknya masih mempertahankan warisan turun temurun. Proses memasaknya pun masih tradisional dengan menggunakan arang kayu.
Pak Win sapaan akrab Winarno menyampaikan, penggunaan arang berpengaruh terhadap cita rasa dari masakan. Karena panas dari pembakaran arang kayu membuat bumbu-bumbu tongseng dapat meresap dengan baik ke dalam daging.
"Selain membuat bumbu lebih meresap, memasak menggunakan arang juga membuat daging ayam menjadi lebih empuk," ujar Win saat ditemui Jumat (14/4).
Pria 59 tahun itu menceritakan, dirintisnya Tongseng Ayam Moro Seneng awalnya hanya bermodal iseng. Pak Win dan istrinya kala itu hanya coba-coba membuka warung tongseng ayam lantaran pada saat itu sudah menjamur warung tongseng kambing.
Namun tak disangka, kuliner tongseng ayam justru banyak peminat. Karena selain harganya yang lebih murah hanya Rp 14 ribu per porsi. Penggunaan daging ayam juga tidak memiliki bau prengus seperti daging kambing.
Adapun cita rasa dari tongseng ayam ini memiliki rasa yang gurih bercampur pedas. Penyajiannya menggunakan irisan cabai, kubis, serta tomat. Sangat nikmat apabila dimakan bersama dengan nasi hangat. "Dulu juga tidak nyangka kalau tongseng ayam ternyata banyak yang suka," pungkas Winarno. (inu/eno) Editor : Editor Content