Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Ada Kemasan Produk Pangan Rusak

Editor Content • Jumat, 14 April 2023 | 16:30 WIB
MODERN: Petani di Kabupaten Bantul saat menanam padi menggunakan mesin. Hasil tanam menjadi lebih cepat dan efisien. (RADAR JOGJA FILE)
MODERN: Petani di Kabupaten Bantul saat menanam padi menggunakan mesin. Hasil tanam menjadi lebih cepat dan efisien. (RADAR JOGJA FILE)
RADAR JOGJA - Balai Besar Pegawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIJ kembali melakukan pantauan pangan kemarin (13/4). Kali ini bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman menyasar Indogrosir di Jalan Magelang. Beberapa produk ditemukan dengan kemasan yang sudah rusak.

Kepala BBPOM DIJ Trikoranti Mustikawati menjelaskan, rata-rata produk pangan yang rusak adalah kemasan berbahan kaleng. Seperti susu dan sarden dengan kaleng yang sudah penyok. Sehingga dia meminta agar produk kemasan rusak tidak kembali dijual.

Tri juga menyoroti beberapa produk belum mendapatkan higenitas sanitasi yang layak. Terutama pada produk dijual secara curah. Seperti kurma dan parutan kelapa. Sebab, higenitas penting untuk kurma agar terhindar dari lalat yang menempel. Sedangkan pada kelapa parut, untuk menjaga masa expired-nya. "Harus betul-betul dikaji, dipisahkan antara pasokan baru dan lama. Selain itu, agar supplier mencantumkan tanggal kedatangan dan expired-nya," bebernya usai pemantauan kemarin.

Pada pemantauan itu, uji sampel juga dilakukan kepada beberapa produk pangan. Seperti bakso, tahu, mi basah, kerupuk, kue kukus, usus, kurma, hingga kolang-kaling. Dari pengambilan sampel, tidak ditemukan mengandung bahan berbahaya seperti boraks atau formalin maupun zat pewarna kimia. Semua aman dikonsumsi. "Dari 16 sampel yang diambil, hasilnya, semua memenuhi syarat," ungkap Tri.

Produk kadaluwarsa, juga tidak ditemukan. Namun Tri meminta agar masyarakat cerdas dalam memilih produk pangan serta obat-obatan dengan selalu Cek KLIK. Cek kemasan untuk memastikan dalam kondisi baik. Cek label, membaca informasi pada label dengan saksama. Lalu cek izin edar, untuk memastikan produk memiliki izin edar dari BPOM RI MD/BPOM RI ML/PIRT. Serta cek kadaluarsa yang tercantum pada kemasan.

Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menambahkan, terkait pemantauan keamanan pangan dan uji sampel juga dilakukan ke pasar tradisional. Ketika menemukan produk yang rusak diminta di kembalikan ke distributor. Kemudian untuk kemasan plastik yang bocor atau rusak, diminta agar tidak dijual lagi ke konsumen.

"Kalau di pasar tradisional beberapa didapati kemasan yang rusak. Serta ditemukan ikan teri nasi dan cumi kering mengandung formalin," sebutnya.
Mae mengingatkan, ada yang perlu diperhatikan saat membeli produk pangan dan memiliki ciri mengandung pengawet. Yakni tidak akan ada lalat yang mengerubungi produk pangan dan memiliki bau mencurigakan. Jika menemukan hal ini, masyarakat bisa melaporkan kepada petugas pasar maupun ke diperindag. (mel/eno) Editor : Editor Content
#BBPOM DIJ