Berbeda dengan takjil, khusus untuk menu jaburan disiapkan oleh panitia menu makanan yang lebih kekinian. "Kita sediakan menu kekinian. Kalau menu buka puasa lebih standar karena yang hadir anak muda sampai lansia. Sehingga dipilih yang semua bisa menikmati," ungkap Ketua Takmir Masjid Jogokariyan Muhammad Jazir kepada Radar Jogja kemarin (31/3).
Selama Ramadan, tak kurang 3.000 porsi disiapkan oleh pengurus masjid untuk para pemburu takjil gratis di wilayah Jogjakarta. Menunya pun dibuat berbeda-beda setiap hari.
Bahkan oleh pengurus juga sudah disiapkan jadwal khusus menu yang dihidangkan. Jadwal menu itu bisa dilihat melalui akun sosial media resmi milik Masjid Jogokariyan.
Menu-menu buka puasa yang disajikan pada bulan Ramadan tahun ini, lanjut Jazir, banyak diantaranya merupakan makanan yang sudah dikenal. Seperti cok genem, bistik, gulai, empal gentong, rawon, tongseng, ayam goreng, bakmoy, hingga sop kembang waru.
Menurut Jazir, 3.000 porsi yang disiapkan, tak jarang sering kekurangan. Lantaran peminat atau pemburu takjil di Masjid Jogokariyan kerap membludak. Bahkan menjelang 10 hari terakhir puasa pemburu takjil di masjid itu bisa menyentuh 3.500-5.000 orang.
"Sehingga terkadang kita juga siapkan roti atau kurma bagi yang tidak kebagian menu takjil. Karena sampai sekarang memang banyak sekali pengunjungnya," pungkas putra Imam pertama Masjid Jogokariyan ini. (inu/eno) Editor : Editor Content