Yogyakarta, lanjutnya, pada masa itu menjadi episentrum utama. Pasca perpindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta, agresi masih berlanjut. Padahal Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
“Dari dimensi historikal, peristiwa 1 Maret 1949, adalah sebuah upaya perlawanan anak bangsa, sekaligus sebagai upaya membuka mata dunia internasional, yang menunjukkan, bahwa Indonesia memang masih ada,” jelasnya saat Upacara Hari Penegakan Kedaulatan Negara di Stadion Mandala Krida Jogjakarta, Rabu (1/3).
Atas perlawanan itulah, Dewan Keamanan PBB mendesak Belanda Untuk kemudian kembali berunding pasca Agresi Militer II. Berlanjut dengan Konferensi Meja Bundar dan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai Hari Penegakan Kedaulatan Negara tak hanya berbicara tentang Yogyakarta semata. Lebih komplek juga tentang makna Persatuan Indonesia. Merupakan artefak nyata bersatunya berbagai elemen bangsa dalam melawan tirani penjajahan.
“Sehingga hari ini dapat pula dimaknai sebagai refleksi semangat rakyat, yang senantiasa menunjukkan keberanian dan ketangguhan, dalam gelora Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami,” tegasnya.
Buah dari perjuangan tokoh bangsa ini adalah terbitnya Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022. Berbicara tentang penetapan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Menjadi tonggak tentang peristiwa sejarah di Yogyakarta.
Sri Sultan Hamengku Buwono X juga berpesan tentang Liring Pangastuti Trusing Tyas. Bermakna bahwa hati sanubari dan cakrawala pikiran memang harus dibuka seluas-luasnya. Agar Hari Penegakan Kedaulatan Negara menjadi suluh penerang dan inspirasi dalam mencintai tanah air Indonesia.
“Untuk itulah, setelah meresapi makna dan esensi yang melingkupinya, Hari Penegakan Kedaulatan Negara, harus pula ditafsirkan secara rasional melalui berbagai karya nyata, karena rasionalitas lebih tepat menyikapi berbagai dinamika,” pesannya.
Kepala Kundha Kabudayan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menuturkan Hari Penegakan Kedaulatan Negara bukanlah milik Yogyakarta. Peristiwa bersejarah yang terjadi adalah upaya absolut untuk mempertahankan Kemerdekaan Repubik Indonesia di mata internasional.
Itulah mengapa dalam peringatan tahun ini, pihaknya menggandeng Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Untuk bersama mengadakan peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara 2023.
“Tiga provinsi ini memiliki kesejarahan yang saling terkait satu sama lainnya, dalam hal penegakan kedaulatan negara,” ujarnya.
Usai Upacara Hari Penegakan Kedaulatan Negara, berlanjut dengan teatrikal sejarah di Kantor Kundha Kabudayan DIY. Wujud kolaborasi antara Yogyakarta, Bangka Belitung dan Sumatera Barat. Berlangsung secara hybrid dalam bentuk talkshow, teatrikal dan peluncuran buku.
Lebih khusus dalam teatrikal ditampilkan penggalan sejarah. Diawali dari agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Juga penangkapan para tokoh bangsa di Yogyakarta. Berlanjut dengan pengasingan di Bangka Belitung hingga pembentukan Pemerintah Darurat RI dan perjuangannya di Sumatera Barat.
“Puncaknya Peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret 1949 di Yogyakarta hingga kembalinya para pemimpin bangsa ke Yogyakarta. Jadi ketiga daerah ini saling terkait dan menjadi saksi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia,” katanya.
Rangkaian peringatan ini juga didukung agenda peringatan dari Kabupaten dan Kota. Secara serempak menggelar berbagai aktifitas budaya. Tujuannya sama, mensosialisasikan dan memaknai peringatan bersejarah Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara diawali dengan tirakatan di Plaza Monumen SO 1 Maret, Museum Benteng Vredeburg Jogjakarta pada Selasa malam (28/2). Berlanjut dengan pagelaran Wayang Kulit Mahabharata oleh Ki Getar Pamudji Widodo dengan lakon Babad Wanamarta.
“Setiap Kabupaten dan Kota memiliki agenda tersendiri yang tentunya menarik. Memperkenalkan nilai historis Hari Penegakan Kedaulatan Negara dengan potensi sejarah masing-masing,” ujarnya (*/dwi) Editor : Editor News