Diketahui rumah tersebut, awalnya berupa tanah kosong yang kemudian dibeli Rafael pada 2015. Baru dalam tiga tahun belakangan ini mulai dilakukan pembangunan hingga jadi."Seingat saya dia beli tanah kosong pada 2015 silam seharga Rp 1,5 miliar dan mulai dibangun tiga tahun terakhir. Kurang lebih luasnya sekitar 2.000 meter persegi," ujar tetangga sebelah rumah Sugiharto, Senin (27/2).
Menurutnya, keluarga Rafael hanya datang saat acara tertentu saja. Misalnya saat libur hari raya. Saat ini rumah ditempati dan dijaga oleh dua hingga tiga asisten rumah tangga."Sebenarnya tercatat warga baru tapi kan kediaman aslinya di Jakarta. Dulu cuman sempat sowan saja ke saya pas mau membangun rumah," ujarnya.
Rumah Rafael terlihat berbeda dari rumah lainnya. Tembok setinggi kurang lebih tiga meter menjulang dengan cat warna hitam dan tumbuhan yang menjalar. Saking tingginya, tembok tidak bisa sekedar diintip. Sugiharto mengaku baru sekali masuk ke rumah itu. "Kalau uang keamanan dan ketertiban di kampung sini ya bayar terus. Saya cuma pernah masuk satu kali ke dalam, banyak mobil mewah," jelasnya.
Lebih lanjut Sugiharto mengatakan kerap melihat Mario Dandy jika pulang ke Timoho. Sebab rumahnya persis di depan rumah Rafael. Mario mengendarai motor gede dan seringkali berkeliling kompleks dengan membawa hewan peliharaan. "Pernah juga kebut-kebutan lewat jalan sini sambil bawa motor gede. Saya tegur, tapi ya dia cuma bilang 'ya'," ujarnya. (lan/pra) Editor : Editor Content