IWAN NURWANTO, Bantul, Radar Jogja
Mendung tanpo udan,
ketemu lan kelangan,
kabeh kui sing diarani perjalanan.
Awak dewe tau duwe bayangan,
besuk yen wis wayah omah-omahan,
aku moco koran sarungan kowe blonjo dasteran.
Begitulah penggalan lirik lagu Mendung Tanpo Udan. Lagu ciptaan musisi asal Jogjakarta itu kini diangkat menjadi film layar lebar bergenre drama komedi. Rencananya film itu juga akan tayang dalam waktu dekat.
Mendung Tanpo Udan disutradarai Kris Budiman yang mengadaptasi novel karya Fairuzul Mumtaz dengan judul yang sama. Untuk naskahnya sendiri ditulis oleh Gianluigi Christoikov.
Kris mengatakan, film Mendung Tanpo Udan bercerita tentang perjalanan Udan, seorang pemuda yang dihadapkan dengan kegalauan hidupnya. Antara mengejar idealismenya sebagai musisi, atau menghadapi realita kehidupan yang memaksa dirinya mengesampingkan cita-citanya, lalu bekerja selayak orang-orang pada umumnya.
Dalam film itu, lanjut Kris, Udan yang tengah galau juga akan dihadapkan dengan masalah asmaranya dengan Mendung. Seorang perempuan kekasih hati Udan yang hidupnya berbanding terbalik dengan idealisme karakter utama. Karena Mendung bercita-cita menjadi wanita karir dan lebih memilih hidup secara realistis.
“Dalam film itu Udan harus berjuang tidak hanya mewujudkan cita-citanya sebagai musisi, tetapi juga memastikan agar Mendung tidak meninggalkan dirinya,” ujar Kris saat jumpa pers film ini di Bantul beberapa waktu lalu.
Proses syuting film ini banyak mengambil lokasi di Jogjakarta, khususnya Kabupaten Bantul. Pemilihan tempat itu, menurut Kris, juga disesuaikan dengan isi novel. Adapun lama syuting memakan waktu 15 hari.
Ia menegaskan, film tersebut selain menghibur juga juga akan menyampaikan pesan kepada generasi yang memilih jalan hidupnya sebagai pelaku seni. Pesannya tentang menjaga keseimbangan antara idealis dengan realistis.
“Untuk tayang kami targetnya setelah Lebaran, mungkin bulan Mei,” ujarnya.
Selaku pencipta lagu, Kukuh Prasetya Kudamai mengaku sangat senang hasil karyanya diangkat menjadi film layar lebar. Menurutnya, hal itu juga menjadi salah satu mimpinya untuk menghadirkan Mendung Tanpo Udan dalam berbagai versi. Mulai lagu, novel, hingga film. “Saya bersyukur itu bisa terwujud,” kata Kukuh.
Produser Nant Entertainment yang menggarap film Mendung Tanpo Udan Muhammad Hananto menambahkan, proses syuting film melibatkan berbagai talenta industri kreatif. Seperti kalangan aktor dan aktris nasional, konten kreator, hingga seniman lokal.
Adapun karakter Udan diperankan Erick Estrada, kemudian Yunita Siregar sebagai Mendung, Marcel Darwin sebagai Will, Kery Astina sebagai Awan, Aulia Deas sebagai Petri dan aktris senior Yati Pesek menjadi Mbak Retno.
Untuk seniman lokal yang dilibatkan, mulai Bimacho, Migga Sadewa, Alit Jabang Bayi, Wijil, Popo Java, Gepeng Kesana-Kesini, Shaggydog hingga pencipta lagunya sendiri Kukuh Prasetya Kudamai. Diikuti pula seniman ibukota seperti Tommy Limm, Elgi Purnama, Jenda McClover, Alit Shitlicious dan Oom Leo Karaoke. (laz) Editor : Editor Content