Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SMA Bosa Dirusak, Satpam Dianiaya

Editor Content • Senin, 26 Desember 2022 | 15:26 WIB
TAK TERPUJI: Potret SMA Bopkri 1 (Bosa) Jogja di kawasan Kotabaru usai perusakan yang dilakukan oleh orang-orang tidak dikenal Sabtu pagi (24/12).(POLRESTA JOGJA)
TAK TERPUJI: Potret SMA Bopkri 1 (Bosa) Jogja di kawasan Kotabaru usai perusakan yang dilakukan oleh orang-orang tidak dikenal Sabtu pagi (24/12).(POLRESTA JOGJA)
RADAR JOGJA - SMA Bopkri 1 (Bosa) Jogja di kawasan Kotabaru dirusak sejumlah orang tidak dikenal Sabtu pagi (24/12). Tidak hanya itu, petugas keamanan di sekolah tersebut juga mengalami penganiayaan. Sebelum memulai aksinya, kabel CCTV juga dilepas oleh para pelaku.

Jogja Police Watch (JPW) mendesak kepolisian mengusut perusakan di SMA Bosa Jogja. Lantaran peristiwa yang terjadi itu dianggap memalukan. Selain melakukan penganiayaan terhadap petugas keamanan, juga tindakan para pelaku mengakibatkan kerusakan di sejumlah fasilitas sekolah.

Kabid Humas JPW Baharuddin Kamba menyebut, perusakan di SMA Bosa merupakan aksi tidak terpuji dan memalukan. Menurut informasi yang diterimanya, perusakan dilakukan oleh sejumlah orang tidak dikenal. “Pos satpam sekolah mengalami porak-poranda, ruang depan sekolah juga mengalami hal sama. Pot bunga yang berada di halaman pintu masuk sekolah juga dirusak,” sebutnya saat dihubungi Radar Jogja kemarin (25/12).

Kamba menyatakan, JPW sangat menyayangkan peristiwa perusakan. Mengingat Jogja dikenal sebagai Kota Pelajar yang berbudaya. Dikenal pula menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan keramahtamahannya. “Apalagi momen saat ini memasuki hari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersamaan dengan hari libur sekolah. Sangat disayangkan dan memalukan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Kamba berharap polisi menindak tegas para pelaku. Ditekankan, polisi tidak perlu takut terhadap para pelaku perusakan terhadap SMA Bosa. “Siapa pun yang terlibat, ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kasus perusakan di SMA Bosa harus diusut tuntas tanpa pandang bulu,” ucapnya.

Selanjutnya Kamba meminta masyarakat agar senantiasa mengedepankan cara-cara dialog dalam menghadapi persoalan. Bukan dengan kekerasan.
Kepala Seksi Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharja mengatakan, perusakan diduga dilakukan oleh sejumlah orang tidak dikenal saat datang ke SMA Bosa pada Sabtu (24/12) sekitar pukul 04.30. “Awalnya dua orang tak dikenal ini sempat nongkrong (di dekat sekolah, Red) dan tanya-tanya ke satpam,” bebernya.

Dua orang itu menanyakan tempat berkumpul siswa Bosa. Setelah itu, dua orang justru melepas kabel CCTV di gerbang utama sekolah. Dua pelaku kemudian pergi meninggalkan lokasi. Selang beberapa waktu, datang enam orang dengan mengendarai motor sekitar pukul 05.00. “Mereka langsung masuk ke dalam area sekolah dan memukul kepala satpam dengan helm,” sebutnya.

Para pelaku juga memukuli satpam dengan batangan besi. Setelah itu, mereka melakukan perusakan. “Mereka merusak pos satpam dan tanaman hias serta mengancam kalau melaporkan ke polisi akan dibunuh,” ucapnya.

Kendati begitu, Timbul belum mendapat informasi terkait laporan dari pihak sekolah. Tapi polisi akan mendalaminya. “(Pihak sekolah, Red) belum (melapor, Red) tapi kami akan tetap mengusut kasus ini,” tandasnya. (fat/laz) Editor : Editor Content
#SMA Bopkri 1 #Jogja