Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penjual Bunga Krisan Ikut Kebanjiran Order

Editor Content • Sabtu, 24 Desember 2022 | 14:25 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Menjelang momentum perayaaan Natal, pusat toko bunga di kawasan Kotabaru terlihat tak seperti hari biasa. Pembeli membanjiri beberapa penjual bunga di kawasan tersebut. Ini seiring semakin dilonggarkannya kegiatan masyarakat termasuk merayakan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal.

Pemilik Eufloria Florist Kotabaru Risa Amandari mengatakan, kegiatan penjualan bunga mulai menggeliat sejak hampir sepekan terakhir ini. Para pembeli dari kalangan dekorator mulai berdatangan untuk membeli bunga krisan yang akan digunakan untuk mendekorasi kegiatan Natal. "Sekarang aturan mulai longgar. Segala kegiatan sudah mulai digelar termasuk Natalan, jadi krisannya laku keras,” katanya ditemui Radar Jogja kemarin (23/12).

Risa menjelaskan, penjualan bunga krisan meningkat 50 persen dari hari-hari biasa. Biasanya, krisan hanya dibutuhkan untuk acara wisuda, ulang tahun, maupun menjenguk orang sakit. Seiring akan ada perayaaan Natal, permintaan melonjak signifikan. "Selain krisan, yang dicari juga sedap malam dan mawar-mawaran. Rata-rata pembelian ikatan tergantung yang mereka dekor," ujarnya.

Menurutnya, tahun ini penjualan mendekati momen Natal lebih tinggi daripada tahun lalu. Dimana tahun-tahun sebelumnya dinilai karena masih ada pembatasan-pembatasan tertentu termasuk kegiatan ibadah. Tahun ini pemerintah lebih melonggarkan, sehingga berpengaruh terhadap penjualan bunga untuk Natal. "Dalam sehari saja meningkatnya bisa 100 persen ya, omzet bisa hingga 75 persen naiknya. Karena kita beli dari supplier sudah dengan harga tinggi," jelasnya.

Kendati begitu, meski berimplikasi pada kenaikan omzet namun masih terbilang biasa. Ini karena permintaan dari konsumen tak seimbang dengan ketersediaan bunga yang ada. Sehingga harganya turut melonjak. Pun hal ini berpengaruh terhadap pendapatan yang diterimanya. "Dari supplier harga sudah tinggi jadi kita juga jual harga tinggi karena kulakan juga tinggi. Harga ikatannya Rp 50 sampai Rp 75 ribu," tambahnya.

Sementara pemilik Sekar Mulya Florist Siti menambahkan meski permintaan meningkat, dia tak menaikkan stok bunga khusus perayaan Natal. Setiap hari yang didatangkan sebanyak 450 bunga setiap jenisnya. Sebab, kebanyakan jemaat dinilai sudah memberikan memberikan bunga untuk dekorasi saat Natal. "Jadi kalau di gereja sebenarnya nggak begitu banyak biaya kayak untuk dekorasi. Ya karena kadang-kadang yang sering ibadah memang ada yang ngasih, mereka nyarinya di luar," tandasnya. (wia/eno) Editor : Editor Content
#lifestyle #Natal