Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

12 Destinasi Potensi Numpuk Wisatawan

Editor Content • Sabtu, 24 Desember 2022 | 14:32 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
 

RADAR JOGJA - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemprov DIJ siap menerima gelombang wisatawan yang masuk ke Jogjakarta dan diprediksi hingga lima juta orang. Sebanyak 12 lokasi wisata di provinsi ini berpotensi terjadi penumpukan wisatawan selama momen itu. Langkah dan antisipasi disiapkan agar wisatawan bisa terurai.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo mengatakan, untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung perlu ada upaya-upaya. Ini agar wisatawan tak terpusat atau tertuju ke satu destinasi itu saja. Salah satu upayanya dengan menyebar pelaksanaan even wisata sepanjang Nataru.
“Ini untuk memecah jumlah kedatangan wisatawan yang selama ini selalu berpusat di wilayah Kota Jogja,” katanya kepada wartawan dalam konferensi pers di Kompleks Kepatihan, Jogja, kemarin (23/12).

Singgih menjelaskan, ke 12 lokasi yang berpotensi terjadi penumpukan wisatawan meliputi Keraton-Malioboro, Ayunan Langit-Sungai Mudal, Waduk Sermo-Kalibiru, Hutan Pinus Mangunan. Kemudian Monjali-Jalan Kaliurang, Prambanan, Breksi, Bukit Bintang-Nglanggeran, Goa Pindul dan HeHa Ocean View.

Selain itu juga terdapat sejumlah lokasi di wilayah pantai seperti Pantal Glagah dan sekitarnya, Pantai Baron-Indrayanti, serta Pantai Parangtritis-Depok. “Ke 12 lokasi itu berpotensi terjadi kemacetan lalu lintas,” ujarnya.
Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya untuk menggeser penumpukan yang terjadi di belasan titik tersebut. Instansi ini menyiapkan beberapa event, antara lain, di Kabupaten Bantul terdapat 4 event wisata seperti di Gunung Wangi Piyungan (pesta kembang api & akustik), Puncak Sosok (pesta kembang api & akustik), Bojong Ari Depok (pesta kembang api & Koesplus-an) dan Pantai Goa Cemara (pesta kembang api & elektone).

Sementara di Sleman terdapat 11 event pariwisata. Yakni di Watu Tapak (spexial new year eve camp), Tlogo Putri Kaliurang (pentas campursari Embun Laras), Tlogo Putri Kaliurang (pentas neokustik band), Tlogo Putri Kaliurang (pentas turonggo Kencono Mudho), Tlogo Putri Kaliurang (pentas jathilan Turonggo Prono Jati), Lapangan Parkir Watu Purbo (senam massal dan bazar UMKM, Eduwisata (senam Sleman Bangkit), Gardu Pandang Kaliurang (pentas Kubro Roso Siswo), Gardu Pandang Kaliurang (pentas OM Romansa), Tebing Breksi (new year's eve dinner & camp), dan Tebing Breksi (Tebing Breksi Gumebyar 2023).

Kemudian untuk Kulonprogo ada dua event. Yakni di Sermo (pentas musik & kembang api) dan Alun-Alun Wates (pementasan wayang). Sedangkan di Gunungkidul terdapat lima event wisata yang digelar di Pantai Wediombo (Wediombo Breeze #4), Rest Area Cingkrang Tepus (pesta kembang angkringan), Bundaran Siyono (malam Pergantian tahun baru), Pantai Baron (senam massal dan organ tunggal), Baron Light House (pesta kembang api).

Adapun di Kota Jogja sendiri tidak disiapkan even wisata secara khusus, dengan harapan wisatawan tahun ini tidak tertumpuk di kawasan Tugu, Malioboro, dan Keraton (Gumaton). “Even Kota Jogja tidak ada secara khusus. Even ada di hotel-hotel untuk mengadakan malam pergantian malam tahun baru atau sekadar dinner,” jelasnya.

Selain itu, untuk menghadapi musim liburan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah wahana dan kendaraan jip wisata di kabupaten/kota serta memastikan ketersediaan maupun penerapan protokol kesehatan. Dipastikan 153 kampung wisata dan 191 destinasi wisata di empat kabupaten dan kota siap dikunjungi wisatawan.
“Kami juga menugaskan dispar kabupaten/kota untuk melaksanakan monitoring di destinasi wisata yang ada di wilayahnya secara berkala,” tambahnya.

Menurutnya, DIJ menempati ranking pertama dalam pergerakan wisatawan sesuai Rakernas Kemenparekraf. Indeksnya mencapai 6,1 mengalahkan 33 provinsi di Indonesia. Maka, untuk menyambut libur panjang Nataru yang bertepatan juga dengan libur sekolah, secara umum dari sektor pariwisata menyatakan kesiapannya dengan tagline 'Jogja Ramah Turis Betah'.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa menjadi tuan rumah yang baik, sehingga suasana libur sekolah Nataru jadi investasi kita untuk bergerak di tahun 2023 menjadi lebih baik,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan DIJ Ni Made Dwi Panti Indrayanti menjelaskan, Dishub DIJ telah melakukan pendataan jalur-jalur alternatif yang dapat dilalui oleh wisatawan yang akan berkunjung ke DIJ. Jalur-jalur alternatif ini dapat digunakan untuk mengurai kemacetan yang ada ada di empat jalur utama seperti Jalan Wates-Jogjakarta, Sleman-Tempel, Jogjakarta-Prambanan, Jogjakarta-Wonosari. “Jalur-jalur itu yang dilewati wisatawan yang ke Jogjakarta,” katanya. (wia/laz) Editor : Editor Content
#nataru #Pemprov DIJ